DIALOGIS.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Marang Kayu.
Salah satu destinasi yang kini menjadi perhatian adalah Pantai Biru Kersik, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai magnet wisata andalan di wilayah pesisir.
Camat Marang Kayu, Ambo Dalle, menyampaikan optimisme bahwa kawasan tersebut akan berkembang pesat dalam waktu dekat.
“Pantai Biru Kersik sudah banyak berbenah dan Insya Allah ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan provinsi di sepanjang pesisir menjadi faktor pendukung utama kemajuan wisata di kawasan tersebut.
“Jalan provinsi ini tengah diperbaiki karena kawasan pantai di sini cukup potensial untuk menarik wisatawan,” jelasnya.
Selain Pantai Biru Kersik, Marang Kayu juga menyimpan potensi wisata alam lainnya, seperti Kopi Luang dan Air Terjun Kembar di Santan Ulu.
Meski akses menuju lokasi-lokasi tersebut masih menjadi tantangan, pihak kecamatan berkomitmen mengupayakan solusi.
“Kami upayakan masuk ke dalam program kecamatan atau diusulkan ke DPRD agar bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutur Ambo.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk rencana pembangunan rest area yang bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Meski progres fisiknya belum terlihat signifikan, Ambo menegaskan pentingnya fasilitas pendukung wisata.
“Meski progres fisiknya belum jelas, dukungan infrastruktur tetap kami dorong, karena akan berdampak langsung ke ekonomi warga,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ambo mengungkapkan adanya potensi wisata bawah laut yang masih belum tergarap maksimal.
Ia menyebut terdapat area diving seluas 36 hektare yang sudah bersertifikat, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami terbuka untuk kunjungan media maupun pihak-pihak yang ingin mengeksplorasi potensi tersebut. Kecamatan siap memfasilitasi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan rencana pembangunan jembatan sepanjang 250 meter oleh Dinas Perhubungan Kukar di kawasan pesisir.
“Jembatan ini penting untuk mendukung aktivitas warga seperti memancing dan menunjang wisata laut,” jelasnya.
Tak hanya itu, dukungan CSR dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga telah membantu masyarakat pesisir dengan pemasangan karung penahan abrasi, termasuk di sekitar rumah kepala desa.
“Itu bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan pantai, agar masyarakat pesisir bisa lebih nyaman dan aman,” pungkasnya. (Adv/fk)







