235

Sangattaqua dan Batik Wakaroros, Simbol Kebanggaan Baru Kutai Timur

DIALOGIS.CO, SANGATTA — Ada yang menarik dari sosok Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Di tengah derasnya arus produk luar, ia justru bangga memamerkan karya daerah sendiri—mulai dari mengenakan batik wakaroros hingga memilih air minum merek Sangattaqua di setiap kesempatan.

Dalam beberapa agenda resmi, Ardiansyah bahkan terlihat menegaskan kebiasaannya itu. Saat kunjungan ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sistem Void Indominco di Kecamatan Teluk Pandan, misalnya, ia dengan tenang menolak air mineral merk terkenal. Alih-alih, Bupati produk local, Sangattaqua. Sikap ini sempat membuat panitia kelabakan, sebelum akhirnya Direktur Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Suparjan datang membawa stok Sangattaqua.

“Ini bukan sekadar simbol. Saya ingin menunjukkan bahwa produk daerah kita punya kualitas dan layak bersaing. Kita harus bangga mengkonsumsi sekaligus mempromosikan produk yang dihasilkan daerah,” tutur Ardiansyah.

Sangattaqua sendiri merupakan produk air mineral hasil pengolahan Perumdam TTB Kutim yang telah berstandar SNI. Sementara batik wakaroros, yang diambil dari filosofi lokal dan motif khas hutan tropis, kini menjadi pakaian wajib ASN setiap Kamis.

Menurut Ardiansyah, dua hal itu adalah bentuk kebanggaan terhadap identitas daerah. Ia ingin Kutim tidak sekadar dikenal karena tambang dan sawit, tapi juga karena produk kreatifnya.

“Ekonomi daerah akan kuat jika masyarakat dan perusahaan mencintai produknya sendiri,” ujarnya.

Kini, Sangattaqua dan batik wakaroros bukan hanya produk, melainkan simbol semangat baru Kutai Timur menuju kemandirian ekonomi dan budaya yang berakar dari daerah sendiri. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post