DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menghadirkan pendekatan baru dalam membentuk pemimpin birokrasi. Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2025, LAN RI berupaya menyinergikan nilai-nilai Pancasila dengan inovasi modern.
Kegiatan ini diikuti oleh 41 ASN dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selama dua pekan pelatihan di Pusjar-SKPP LAN RI Samarinda, para peserta akan dibekali empat kompetensi utama: kepemimpinan adaptif, integritas etika, inovasi birokrasi, dan penguatan wawasan kebangsaan.
Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri, yang menjadi narasumber pembuka, menyampaikan bahwa birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang berakar pada nilai kebangsaan. “Pancasila bukan hanya ideologi, tapi pedoman sikap dalam bekerja dan melayani publik,” ujarnya.
Ia menegaskan, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga arah pembangunan agar tetap sesuai dengan semangat NKRI. “Teknologi hanyalah alat, sedangkan nilai-nilai Pancasila adalah jiwa dari kebijakan publik,” katanya.
Pelatihan yang mengusung semangat “Sinergi Kebangsaan dan Era Milenial” ini turut dihadiri Widyaiswara Ahli Madya dan sejumlah pejabat LAN RI. Peserta tampak antusias mengikuti diskusi interaktif yang membahas praktik kepemimpinan di era digital.
Kepala LAN RI menargetkan, melalui pelatihan ini akan lahir pemimpin birokrasi dengan karakter kuat, profesional, serta memiliki kemampuan inovatif dalam menghadirkan solusi kebijakan.
Ke depan, PKA juga akan menghadirkan pembicara dari kalangan kepala daerah seperti Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang dikenal sukses menerapkan digitalisasi pemerintahan di wilayahnya.
Dengan fondasi nilai Pancasila yang kokoh, para ASN diharapkan tidak sekadar menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa birokrasi Indonesia menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, modern, dan humanis. (adv/prokopimkutim/jn)







