IMG-20251120-WA0022

Legislator Tekankan Kualitas dan Keberlanjutan sebagai Kunci Utama Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pembangunan infrastruktur pendukung pelabuhan di Kutai Timur dinilai harus secara konsisten dan sungguh-sungguh memprioritaskan aspek kualitas material, ketepatan teknik konstruksi, dan keberlanjutan jangka panjang. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman, dengan tegas menekankan bahwa perencanaan yang komprehensif dan matang sangat krusial untuk memastikan daya tahan dan keandalan setiap struktur bangunan dan jalan akses yang dibangun, mengingat fungsinya yang vital bagi perekonomian daerah.

Faizal menyatakan dengan jelas bahwa harapan utama dari semua pihak, proses pembangunan fisik harus benar-benar mempertimbangkan dan menerapkan standar mutu yang tinggi sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Hal fundamental ini penting agar infrastruktur yang dihasilkan tidak cepat mengalami kerusakan struktural dan fungsional, serta dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang, sehingga akses transportasi menuju pelabuhan dapat berfungsi dengan lancar dan efisien.

“Harapannya pembagunan di kenyamukan itu betul-betul harus dipikirkan kualitasnya sehingga daya tahan dari bagunan itu bisa tahan lama, sehingga nnti akses ke pelabuhan kita itu sudah bisa digunakan,” ujar Faizal Rachman.

Ia juga mengingatkan dengan serius akan pentingnya menjaga keselarasan dan keseimbangan yang tepat antara percepatan pembukaan akses baru dan pemenuhan standar infrastruktur yang memadai. Sebuah jalan atau akses transportasi yang dibangun dengan cepat dan tergesa-gesa tetapi mengabaikan kualitas material, spesifikasi teknis, dan metode konstruksi yang benar justru akan menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks di kemudian hari. Kerusakan jalan yang prematur, seperti amblesnya badan jalan atau retaknya permukaan, akan menghambat arus logistik, meningkatkan biaya perawatan kendaraan, dan pada akhirnya merugikan masyarakat pengguna jalan.

“Karena jangan sampai akses pembagunan sudah bisa digunakan tapi invrastrukturnya itu kurang standar jadi jalannya tambah rusak,” tambahnya.

Oleh karena itu, Faizal menegaskan dengan tegas bahwa komitmen kolektif untuk peningkatan kualitas secara berkelanjutan harus menjadi prinsip utama dan nilai inti yang terus dijaga dan diterapkan dalam setiap tahapan pembangunan. Pemerintah daerah sebagai penanggung jawab utama pembangunan infrastruktur dituntut untuk konsisten dan disiplin dalam menerapkan sistem pengawasan yang ketat, monitoring yang rutin, dan penegakan standar teknis yang berlaku tanpa kompromi.

“Harapannya harus selalu kita tingkatkan,” pungkas Faizal.

Pernyataannya ini secara implisit menyiratkan pesan yang dalam bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan dan aksesnya tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian target fisik jangka pendek semata, melainkan harus berfokus pada penciptaan aset publik yang aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Dengan infrastruktur akses pelabuhan yang berkualitas tinggi dan terpelihara dengan baik, diharapkan efisiensi rantai pasok logistik dan aktivitas perekonomian daerah dapat terdongkrak secara signifikan, sekaligus menghindari pemborosan anggaran daerah untuk perbaikan berulang yang sebenarnya dapat dicegah dengan pembangunan yang berkualitas sejak awal. (Adv/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post