DIALOGIS.CO, SANGATTA – Faizal Rachman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dengan penuh semangat mengajak semua pihak dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merefleksikan dan mengingat kembali fondasi ekonomi historis yang menjadi semangat awal dan jiwa pendirian daerah tersebut. Menurut pandangan mendalamnya, jiwa kemandirian ekonomi yang dicanangkan sejak masa awal pembentukan daerah harus terus menjadi kompas dan panduan arah dalam setiap perencanaan dan implementasi pembangunan yang berkelanjutan.
Faizal menjelaskan dengan merujuk pada catatan sejarah bahwa narasi panjang perjalanan Kutai Timur tidak dapat dipisahkan dari kontribusi vital sektor agribisnis yang telah menjadi tulang punggung dan penyangga utama perekonomian. Sektor strategis ini diyakini secara luas telah menjadi penggerak utama yang menghidupi sebagian besar masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi daerah sejak masa-masa formatif dan perkembangan awalnya.
“Ekonomi kita sejak kutai timur itu di dirikan semangat pertama kali bagai mana kutai timur itu mandiri dari bidang agribisnis,” ujar Faizal Rachman.
Pernyataan tegas tersebut menegaskan sebuah perspektif bahwa agribisnis di Kutai Timur bukan sekadar sektor ekonomi biasa atau alternatif belaka, melainkan sebuah identitas kultural, historis, dan warisan kolektif yang menjadi akar filosofis keberadaan Kutai Timur sebagai sebuah entitas daerah. Kemandirian ekonomi yang berhasil dibangun secara bertahap dari hasil bumi, perkebunan, peternakan, dan perikanan merupakan sebuah capaian monumental yang patut terus dijaga, dirawat, dan dijadikan landasan kokoh untuk melompat ke depan menuju pembangunan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, dalam menghadapi dinamika ekonomi kontemporer yang kompleks dan berbagai wacana diversifikasi sektor ekonomi, Faizal dengan tegas menekankan pentingnya untuk tidak melupakan atau mengabaikan akar sejarah dan identitas ekonomi daerah ini. Semangat untuk mandiri dan berdikari secara ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam lokal secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan harus tetap menjadi nilai inti dan prinsip dasar dalam setiap proses perencanaan, penganggaran, dan implementasi program pembangunan daerah.
Ajakan reflektif ini merupakan sebuah pengingat kolektif yang sangat berharga bahwa di balik berbagai wacana pengembangan sektor baru dan modern, potensi klasik dan tradisional seperti agribisnis tetap menyimpan kekuatan ekonomi yang luar biasa dan telah teruji ketangguhannya. Menguatkan dan merevitalisasi fondasi agribisnis yang ada berarti secara simultan mengokohkan ketahanan pangan lokal, stabilitas ekonomi kerakyatan, dan kemandirian daerah yang telah teruji secara nyata selama puluhan tahun dalam berbagai kondisi ekonomi.
Ke depan, DPRD Kutim secara institusional berharap agar seluruh kebijakan ekonomi yang diterbitkan dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah dapat secara sinergis, konsisten, dan sistematis memperkuat daya saing dan produktivitas sektor agribisnis dalam arti yang luas. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan ini, kemandirian ekonomi yang menjadi cita-cita luhur founding fathers Kutai Timur dapat dipertahankan, dikembangkan, dan ditingkatkan, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan ekonomi yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali. (Adv/jn)







