IMG-20251109-WA0153

Transformasi Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kutim Butuh Inovasi dan Terobosan

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pengembangan ekonomi kreatif di daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai masih belum menunjukkan progress dan dampak yang signifikan meskipun berbagai program dan inisiatif telah dijalankan secara bertahap. Penyebab mendasarnya adalah pendekatan pengembangan yang masih cenderung konvensional, parsial, dan belum mampu keluar secara maksimal dari pola-pola lama yang selama ini diterapkan secara tradisional. Akibatnya, dampak dan kontribusi yang dihasilkan terhadap pertumbuhan dan ketahanan ekonomi daerah belum optimal dan maksimal seperti yang diharapkan bersama.

Yusri Yusuf selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, memberikan penilaian yang jujur dan reflektif terhadap kondisi aktual tersebut. “Pengembangan ekonomi kreatif strategisnya belum signifikan sebab apa yang ada sesuai aja, karena pengembangan ekraf seperti sebelum sebelumnya. Masih melayani UMKM,” ujarnya.

Pernyataan kritis tersebut menyiratkan secara tegas bahwa pendekatan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif selama ini masih terjebak dalam zona nyaman dan rutinitas tanpa inovasi dan terobosan yang berarti. Pola program yang cenderung berulang dari tahun ke tahun tanpa adanya terobosan strategis yang transformatif membuat pertumbuhan dan perkembangan sektor kreatif ini berjalan di tempat dan tidak eksponensial. Fokus pengembangan yang hanya terbatas pada pelayanan dan pendampingan UMKM konvensional dinilai belum cukup komprehensif dan strategis untuk mendongkrak kontribusi dan nilai tambah ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah secara signifikan.

Padahal, secara potensial, ekonomi kreatif seharusnya bisa digali dan dikembangkan lebih dalam dan maksimal dengan pendekatan yang lebih modern, visioner, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Diperlukan strategi transformatif yang tidak hanya sekadar melanjutkan program-program lama yang sudah ada, tetapi mampu menciptakan lompatan-lompatan inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital yang masif, pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni dan kompeten, serta penciptaan ekosistem yang kondusif dan kolaboratif.

Beberapa langkah strategis dan visioner yang dapat diambil dan dipertimbangkan antara lain dengan membuat pemetaan potensi kreatif yang lebih komprehensif, detail, dan berbasis data, menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai dan modern, serta membangun ekosistem yang mendukung sinergi dan kolaborasi strategis antara pelaku kreatif dengan industri besar dan pasar global. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan integratif demikian, diharapkan dapat tercipta nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan dibandingkan sekadar memberikan pelayanan dasar dan konvensional kepada UMKM.

Transformasi fundamental dalam pendekatan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif menjadi sebuah keharusan dan keniscayaan jika ingin melihat sektor ini menjadi penopang dan penggerak perekonomian daerah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Perlu adanya keberanian politik, komitmen institusional, dan langkah strategis untuk keluar dari cara-cara lama dan konvensional serta menerapkan strategi yang lebih progresif, inovatif, dan adaptif agar ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi yang nyata, signifikan, dan berkelanjutan bagi kemajuan dan kesejahteraan daerah. (Adv/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post