357c

RIP KEHATI Kutim 2024-2029, Dokumen Strategis Tak Sekadar Jadi Kertas

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Di tengah reputasi Kutai Timur (Kutim) sebagai daerah kaya hutan tropis dan keanekaragaman hayati, muncul kesadaran bahwa pembangunan tidak boleh lagi berjalan tanpa arah lingkungan yang jelas. Jawaban atas tantangan itu diwujudkan melalui peluncuran Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) 2024-2029 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim di Hotel Royal Victoria Sangatta.

RIP KEHATI merupakan dokumen strategis yang disusun DLH Kutim bersama Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Universitas Mulawarman Samarinda. Dokumen ini merangkum basis data keanekaragaman hayati, analisis ancaman, hingga rekomendasi kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan.

Dalam acara peluncuran, Kepala DLH Kutim Aji Wijaya Efendi membacakan sambutan Bupati Kutim yang menegaskan pentingnya dokumen tersebut. Bupati mengingatkan bahwa pelestarian alam berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. RIP KEHATI, kata dia, adalah bentuk investasi untuk generasi mendatang, bukan sekadar kewajiban administratif.

Lebih rinci, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Adrian Wahyudi, memaparkan posisi empat Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang menjadi fokus dalam RIP KEHATI. Lahan Basah Suwi Long Mesangat dikedepankan sebagai habitat Buaya Badas Hitam (Crocodylus siamensis) yang terancam punah. Karst Sangkulirang-Mangkalihat dipandang penting karena menyimpan jejak prasejarah dan nilai budaya. Teluk Sangkulirang menjadi penyangga ekosistem pesisir, sedangkan Wehea-Kelay adalah benteng terakhir hutan tropis dan satwa langka seperti orangutan Kalimantan.

RIP KEHATI Kutim 2024-2029 dirancang untuk diintegrasikan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan integrasi tersebut, misi kelima pembangunan Kutim yakni mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan memiliki landasan operasional yang jelas.

Peluncuran dokumen ini juga disertai sesi edukasi dan diskusi bersama pelajar serta komunitas lingkungan. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Kutim ingin memastikan RIP KEHATI hidup dalam kesadaran masyarakat, sehingga komitmen “membangun tanpa merusak” dapat diwujudkan secara bertahap di seluruh wilayah Kutim. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post