DIALOGIS.CO, SANGATTA — Upaya pemerataan akses digital di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki babak baru. Pemerintah kabupaten melalui Diskominfo Staper resmi bekerja sama dengan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk menyusun Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai panduan utama pembangunan jaringan dan layanan digital di seluruh wilayah.
Langkah strategis ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pendahuluan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi hadir membuka kegiatan mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Sejumlah pemangku kepentingan hadir, mulai dari Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, hingga perwakilan PLN, Telkom, Telkomsel, dan Indosat.
Wabup Mahyunadi menilai kerja sama dengan FMIPA UNY sangat krusial untuk memastikan pembangunan digital Kutim tidak berjalan sporadis. Menurutnya, diperlukan panduan yang ilmiah dan terukur agar kebijakan TIK sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan visi Kutim Hebat, Desa Hebat, Kota Hebat.
“Kegiatan seperti ini idealnya sudah dimulai sejak awal, sehingga bisa langsung masuk dalam perencanaan tahun 2026. Namun saya berharap hasilnya nanti mampu mempercepat pemerataan digitalisasi di seluruh wilayah Kutim,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menerangkan bahwa masterplan akan memuat peta jalan pembangunan jaringan, penguatan sistem data dan keamanan informasi, hingga integrasi layanan digital publik. Dokumen tersebut juga disinergikan dengan 50 program prioritas Pemkab Kutim agar pemanfaatan TIK benar-benar mendukung pembangunan sektor lain.
Ronny menambahkan, digitalisasi bukan sekadar pengadaan perangkat, melainkan perubahan cara kerja pemerintahan yang lebih efisien, transparan dan mudah diakses masyarakat. Dengan masterplan TIK sebagai rujukan, Pemkab Kutim ingin memastikan kebijakan digital benar-benar menjangkau hingga pelosok desa dan menjadi fondasi bagi pemerintahan berbasis teknologi yang berkelanjutan. (adv/prokopimkutim/jn)







