DIALOGIS.CO, SANDARAN – Malam di Desa Manubar dan Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini tak lagi gelap. Lampu-lampu di rumah warga menyala sepanjang malam setelah Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meresmikan beroperasinya listrik 24 jam di dua desa pesisir tersebut.
Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi warga yang selama ini hidup dengan keterbatasan jam nyala listrik. Kehadiran penerangan stabil diharapkan membuka peluang baru bagi sektor pendidikan, aktivitas sosial, hingga ekonomi lokal. “Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari dan warga punya ruang lebih luas untuk berusaha,” kata Ardiansyah dalam sambutannya.
Bupati datang bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah dan rombongan Pemkab Kutim. Untuk mencapai desa di ujung timur Kutim itu, rombongan harus menempuh perjalanan darat sekitar empat jam dan dua jam perjalanan air. Meski melelahkan, perjalanan tersebut terbayar oleh sambutan hangat warga yang memenuhi lokasi peresmian di area Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Desa Manubar Dalam.
Acara diawali pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati, disaksikan perwakilan Dinas Kesehatan Kutim, PLN UP3 Bontang, serta unsur Forkopimcam Sandaran. Anak-anak PAUD yang hadir tampak antusias, sementara orang tua mereka tak bisa menyembunyikan rasa haru ketika lampu di sekitar lokasi menyala terang.
Dalam keterangannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa program listrik 24 jam akan diperluas ke enam desa lainnya di Kutim secara bertahap. Ia menekankan pentingnya menjaga instalasi dan jaringan listrik agar berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Selain infrastruktur listrik, kegiatan juga dirangkai dengan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Masyarakat Minum Susu (Gerimis). Warga diajak minum susu dan makan buah bersama sebagai simbol komitmen terhadap pola hidup sehat. Bupati kembali mengingatkan pentingnya kesehatan, terutama bagi anak dan ibu hamil, serta menggarisbawahi peran program dokter keliling dalam menjangkau warga pelosok.
Pemkab Kutim turut menyerahkan motor dinas bagi Ketua RT Desa Manubar Dalam, bantuan nutrisi tinggi kalori, serta kelambu anti malaria kepada warga. Ardiansyah menegaskan, pemerintah akan terus memastikan tidak ada desa di Kutim yang tertinggal dari akses listrik, pendidikan, maupun layanan kesehatan dasar. (adv/prokopimkutim/jn)







