12

DPMD Kukar Banggakan Loa Duri Ilir, Desa Inovatif yang Tembus Tiga Besar Nasional

DIALOGIS.CO – Keberhasilan Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi salah satu desa terbaik tingkat nasional dalam lomba Ketahanan Pangan Desa dan Pedesaan Tahun 2025 menjadi cerita inspiratif bagi banyak pihak.

Desa ini berhasil menempati posisi Juara 3 berkat langkah inovatifnya mengembangkan ayam petelur omega sebagai program ketahanan pangan unggulan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengaku bangga dengan capaian tersebut. Ia menyebut prestasi itu sebagai wujud nyata dari kerja keras kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Prestasi ini merupakan bukti nyata kerja keras seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Tak sekadar mengapresiasi, Arianto menilai keberhasilan itu cerminan dari arah pembangunan desa di Kukar yang terus mengedepankan inovasi. Baginya, apa yang dilakukan Loa Duri Ilir menunjukkan definisi ketahanan pangan yang sebenarnya.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan kemandirian masyarakat. Desa Loa Duri Ilir telah membuktikan hal itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, prestasi tersebut semakin menguatkan posisi Kukar sebagai daerah yang konsisten mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Keberhasilan Loa Duri Ilir memang tidak datang tiba-tiba. Kepala Desa Fahri Arsyad menjelaskan bahwa mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah banyaknya desa yang menjalankan program ketahanan pangan.

“Hampir semua desa menggunakan dana desa untuk program ketahanan pangan, tetapi kami mencoba berinovasi. Tidak hanya beternak ayam petelur biasa, kami mengembangkan ayam petelur omega,” tuturnya.

Program ini juga tak berhenti pada produksi telur omega. Desa mengembangkan pakan ayam secara mandiri, dengan sekitar 40 persen bahan pakan berasal dari jagung yang ditanam oleh petani lokal.

Untuk mendukungnya, desa menyediakan bibit dan pupuk bagi petani, kemudian membeli hasil panen jagung tersebut. Strategi ini membuat dua sektor ketahanan pangan berjalan beriringan yakni peternakan dan pertanian.

Buah dari inovasi tersebut kini terlihat jelas. Telur omega dari Loa Duri Ilir telah menembus pasar modern seperti Big Mall Samarinda dan berbagai supermarket.

Semua suplai berasal dari hasil budidaya warga desa, yang dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Warga yang memiliki ayam bisa membeli pakan di BUMDes dan mendapatkan bantuan pemasaran hasil telur.

Lebih dari itu, program ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu. Mereka menerima bantuan ayam dan kandang sehingga dapat memulai usaha kecil sekaligus meningkatkan asupan gizi keluarga.

“Bahkan, warga kurang mampu di wilayah kami mendapat bantuan berupa ayam dan kandang untuk menunjang ekonomi serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tutup Fahri.

Kesuksesan Loa Duri Ilir memperlihatkan bagaimana inovasi desa, bila didukung kuat oleh pemerintah daerah seperti DPMD Kukar, dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat dan bahkan menembus panggung nasional. (Adv/fk)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post