DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Camat Telen, Petrus Ivung, memastikan bahwa seluruh desa di wilayah Kecamatan Telen kini telah menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan PLN untuk menghadirkan pelayanan energi yang merata hingga pelosok.
“Kalau listrik semuanya sudah teraliri 24 jam,” ujar Petrus Ivung saat dihubungi, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, meskipun aliran listrik sudah menyentuh semua desa, masih ada beberapa wilayah yang memerlukan penambahan infrastruktur penunjang seperti tiang jaringan.
“Terakhir ini ada masyarakat yang menginginkan tambahan tiang jaringan listrik, khususnya di Muara Pantun dan Juq Ayaq. Karena masyarakat di sana menyebar sampai ke bagian atas, sementara tiang listrik baru terpasang sampai kilometer tiga. Selebihnya, hingga kilometer sepuluh, belum ada tiangnya,” jelasnya.
Petrus menambahkan, hampir seluruh wilayah Telen kini telah mandiri dalam pemenuhan kebutuhan listriknya.
Desa Rantau Panjang dan Long Noran, misalnya, sudah menikmati listrik penuh 24 jam dengan sumber daya dari sistem jaringan PLN yang terhubung ke wilayah Muara Wahau.
“Yang menarik, Rantau Panjang itu ngambilnya dari Muara Wahau, karena harus membuka jalur listrik melewati area perkebunan sawit. Jadi memang ada kerja sama lintas wilayah demi pelayanan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, desa lain seperti Longnoran juga telah tersambung dengan jaringan PLN dari Long segar.
“Long segar itu mencakup beberapa desa, seperti Long segar sendiri, Kernyayan, Long noran, Long melah, dan Marah Haloq. Semua terlayani dari pusat jaringan PLN yang ada di Long Segar,” ujar Petrus.
Menurutnya, kondisi ini menjadi bukti bahwa pemerataan listrik di Kecamatan Telen telah berjalan dengan baik. Namun, kebutuhan masyarakat untuk penambahan tiang di wilayah yang masih jarang penduduk akan tetap menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
“Kita bersyukur seluruh desa sudah terang 24 jam. Tinggal memperkuat jaringan dan menambah tiang di beberapa titik supaya distribusi listriknya lebih stabil dan merata,” pungkas Petrus Ivung. (ADV)







