DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA – Suasana hangat menyelimuti Pendopo Odah Etam, Tenggarong, ketika Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik dua pemimpin desa pada Rabu (3/12/2025). Momen tersebut menjadi penanda penting bagi keberlanjutan pelayanan publik di Long Beleh Modang dan Muai.
Pelantikan itu mencakup Kepala Desa Antar Waktu Long Beleh Modang serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Muai. Keduanya dipercaya untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan tanpa jeda, khususnya di penghujung tahun ketika agenda administrasi semakin padat.
“Hari ini kita melantik dua, yang satu Kepala Desa Antar Waktu Desa Long Beleh Modang, dan satu lagi Pj Kepala Desa Muai. Untuk Pj Desa Muai karena kepala desanya meninggal dunia sehingga harus digantikan oleh Pj yang baru. Sementara Long Beleh Modang sudah melaksanakan pemilihan dan kepala desa terpilih kita lantik hari ini,” ujar Aulia, menjelaskan latar belakang pelantikan tersebut.
Aulia menegaskan bahwa keberadaan kepala desa sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan masyarakat. Selain mengurus pertanggungjawaban program tahun berjalan, desa juga mulai mempersiapkan rencana kerja tahun 2026.
Di tengah dinamika anggaran, Bupati Aulia tetap memberikan kepastian bahwa pembangunan di tingkat RT dan desa tidak akan diabaikan. Meski Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 turun, prioritas untuk pemberdayaan kawasan tetap terjaga.
“Ada 150 juta per RT, mengidentifikasi one village, one product. Kegiatan-kegiatan desa harus diselesaikan di level desa,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh warga mendapatkan akses pendidikan, pangan, dan perumahan yang layak. Pemerintah daerah, katanya, juga sedang memperkuat kawasan berbasis pertanian yang sebagian besar berada di pedesaan.
“Oleh karenanya, desa ini kita perhatikan dan kita kuatkan. Salah satu bentuk penguatan adalah memastikan tidak terjadi kekosongan pemerintahan di level desa. Maka hari ini kita lantik Pj Kepala Desa dan Kepala Desa Antar Waktu,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi energi baru bagi kedua desa untuk kembali fokus melayani masyarakat dan menuntaskan agenda pembangunan dengan lebih solid. (Fk)







