Pembukaan Mini Soccer Bupati Cup antar OPD se-Kukar 2025, pada Senin, (08/12/2025) yang diikuti oleh 31 tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ditambah dua tim dari Kejaksaan Negeri dan Polres Kukar.
Pembukaan Mini Soccer Bupati Cup antar OPD se-Kukar 2025, pada Senin, (08/12/2025) yang diikuti oleh 31 tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ditambah dua tim dari Kejaksaan Negeri dan Polres Kukar.

Mini Soccer Bupati Cup 2025: Ajang Silaturahmi ASN Kukar yang Juga Menjadi Gerbang Seleksi PORPROV Korpri

DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA – Suasana kebersamaan antar-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutai Kartanegara kembali terasa hangat melalui gelaran Mini Soccer Bupati Cup antar OPD se-Kukar 2025. Turnamen yang berlangsung pada 8–10 Desember 2025 ini menghadirkan antusiasme dari 31 tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ditambah dua tim dari Kejaksaan Negeri dan Polres Kukar. Seluruh peserta bertanding dengan sistem gugur, membuat setiap laga berlangsung penuh determinasi.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyebut kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi internal pemerintah daerah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tetap mendapat tempat penting di tengah kesibukan ASN.

“Saat ini kita bersyukur karena ASN, termasuk P3K, telah memiliki ajang kompetisi sendiri. Artinya, prestasi tidak berhenti setelah seseorang menjadi ASN atau P3K, tetapi tetap bisa berkembang melalui berbagai kegiatan olahraga hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Turnamen ini juga membawa misi besar. Selain mempererat silaturahmi antarinstansi, Mini Soccer Bupati Cup menjadi pintu masuk pembentukan tim yang akan mewakili Kukar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) 2026 di Kutai Timur.

“Jika tim nantinya berhasil meraih prestasi, maka mereka berhak melaju ke Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri yang pada 2027 akan berlangsung di Lampung,” tambahnya.

Meski begitu, Ali tak menampik bahwa pelaksanaan berbagai agenda olahraga tahun ini menghadapi tantangan anggaran. Kondisi keuangan yang terbatas membuat Dispora harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh multi-event tetap berjalan.

Ia menjelaskan bahwa anggaran untuk kegiatan 2026 saat ini sedang diperjuangkan dan akan dievaluasi di tingkat provinsi. Harapannya, dukungan anggaran dapat mencukupi kebutuhan tiga agenda besar tahun depan yakni Porprov, Pekan Olahraga Paralimpik Provinsi, dan Porprov Korpri.

“Ini menjadi tantangan besar bagi Dispora dalam kondisi keuangan yang belum sepenuhnya stabil,” ungkapnya.

Dalam proses seleksi atlet, Ali juga meminta dukungan dari Asosiasi Kabupaten (Askab), terutama untuk penyusunan tim futsal yang dinilai paling relevan dengan mini soccer. Ia menekankan pentingnya seleksi yang objektif tanpa memandang asal OPD.

“Kami ingin seleksi dilakukan secara adil. Dengan adanya tambahan kekuatan dari rekan-rekan P3K, kami berharap mereka juga dapat terakomodasi sebagai peserta Porprov Korpri,” jelasnya.

Ali menegaskan bahwa turnamen ini bukan kegiatan seremonial belaka. Lebih dari itu, Mini Soccer Bupati Cup menjadi ruang bagi ASN Kukar untuk mengukur kemampuan, memperlihatkan sportivitas, dan menunjukkan komitmen terhadap etika sebagai aparatur pemerintah.

“Kami berpesan agar seluruh peserta menjadikan ajang ini sebagai sarana mengukur kemampuan diri, bermain secara sportif tanpa kekerasan. Kita semua berstatus ASN, sehingga etika dan sportivitas harus dijaga,” tutupnya. (Fk)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post