DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Rencana pembangunan Pasar Sangkulirang terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Proses relokasi pasar yang sebelumnya terbakar kini difokuskan pada penyediaan lahan baru yang lebih aman dan memadai untuk menampung seluruh pedagang.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa lahan hibah yang disiapkan masyarakat sebenarnya sudah tersedia, namun ukurannya dinilai terlalu sempit untuk pembangunan pasar dengan kapasitas ideal.
Lahan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 38 meter dan panjang 138 meter, sehingga tidak memungkinkan menampung seluruh pedagang bila dibangun satu lantai.
“Lahan yang ada saat ini tidak cukup luas untuk menampung seluruh pedagang, kami tidak ingin memaksakan desain yang justru menyulitkan aktivitas jual beli ke depan,” ujar Nora.
Pada desain awal, pasar direncanakan dibangun menjadi bangunan tiga lantai sebagai solusi atas keterbatasan lahan.
Namun, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi meminta agar opsi tersebut dievaluasi karena pasar bertingkat dikhawatirkan tidak ramah bagi pedagang maupun pembeli, terutama ibu-ibu yang lebih nyaman beraktivitas di lantai dasar.
“Pasar rakyat idealnya tidak bertingkat, pengunjung enggan naik ke lantai atas, sehingga kami diarahkan untuk mencari opsi penambahan lahan agar pasar cukup dibangun satu lantai saja,” tambah Nora.
Saat ini Disperindag Kutim bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sedang melakukan pembahasan intensif terkait kemungkinan penambahan lahan.
Pemerintah menilai langkah ini penting agar pembangunan pasar baru dapat memenuhi standar kenyamanan, keselamatan, dan kapasitas pedagang.
Proses pembangunan fisik belum dapat dimulai karena status lahan belum difinalkan.
Disperindag menegaskan bahwa penyelesaian administrasi dan penetapan lokasi menjadi langkah krusial sebelum proyek dapat berjalan.
Hal ini dilakukan agar pembangunan dapat berlangsung efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan aspek sirkulasi, area parkir, jalur evakuasi, serta zonasi pedagang agar pasar yang dibangun benar-benar memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Disperindag menegaskan bahwa desain akhir akan menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Dengan penyusunan perencanaan yang lebih matang, Pemkab Kutim berharap pembangunan Pasar Sangkulirang dapat dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya, setelah lahan tambahan resmi ditetapkan.
Pemerintah menargetkan pasar baru tersebut dapat menjadi pusat ekonomi yang lebih representatif dan aman bagi seluruh pelaku usaha. (ADV)







