DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA – Masa uji coba operasional industri pengolahan rumput laut di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) segera memasuki babak akhir. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar menyebut, uji coba tersebut akan berakhir pada Desember 2025, sebelum dilanjutkan dengan tahapan serah terima aset dan penentuan pihak pengelola.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa berakhirnya masa uji coba menjadi penanda dimulainya proses penting berikutnya, yakni serah terima mesin dan fasilitas industri yang selama ini berasal dari pengadaan pemerintah daerah.
“Di Desember ini memang akhir masa uji coba. Setelah itu ada proses serah terima dari pihak pengadaan, karena mesin-mesin ini sebelumnya dari pemerintah daerah,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Menurut Sayid, setelah serah terima dilakukan, pemerintah daerah akan menentukan pola pengelolaan industri pengolahan rumput laut tersebut.
Sejumlah opsi telah disiapkan, mulai dari dikelola langsung oleh pemerintah daerah, kerja sama dengan pihak ketiga, Perjanjian Kerja Sama Badan Usaha (PKBU), hingga melibatkan pihak swasta.
“Pengelolanya ada beberapa opsi, bisa pusat daerah, pihak ketiga, PKBU, atau swasta. Sudah ada beberapa yang menyatakan minat, dan kita akan cari yang terbaik,” jelasnya.
Ia menyebutkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Kukar cenderung mendorong skema PKBU sebagai langkah realistis di tengah kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya stabil.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan operasional industri dapat berjalan berkelanjutan tanpa bergantung penuh pada anggaran daerah.
“Kita start dulu, menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Harapannya pembiayaan bisa berjalan sendiri,” tambahnya.
Disperindag Kukar juga menargetkan proses penjajakan dan penentuan pengelola sudah dapat dimulai tahun ini. Beberapa pertemuan dengan calon pihak ketiga telah dilakukan guna melihat kesiapan, komitmen, serta konsep pengelolaan yang ditawarkan.
Lebih jauh, Sayid menegaskan bahwa pengembangan industri pengolahan rumput laut merupakan bagian dari program dedikasi Bupati Kukar. Program ini masuk dalam prioritas daerah, khususnya program ke-5 dari 17 program unggulan yang menitikberatkan pada penguatan hilirisasi industri.
“Harapan kita jelas, bagaimana hilirisasi rumput laut ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Fk)







