DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Ketidaksinkronan data jumlah penduduk di Kota Samarinda memicu kekhawatiran di kalangan legislatif.
Perbedaan angka antara data resmi dan kondisi riil di lapangan dinilai berpotensi memengaruhi akurasi penilaian indikator pembangunan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menyebut persoalan ini bukan sekadar selisih angka, melainkan menyangkut validitas indikator utama dalam mengukur capaian pembangunan, khususnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.
“Kalau data dasarnya saja berbeda, maka hasil penilaiannya juga bisa menyesatkan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada keseragaman data jumlah penduduk yang digunakan.
Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mencatat sekitar 890 ribu jiwa, sementara Badan Pusat Statistik berada di kisaran 860 ribu jiwa.
Di sisi lain, kondisi riil di lapangan disebut menunjukkan angka yang lebih tinggi, bahkan diperkirakan mendekati satu juta jiwa.
Selisih tersebut dinilai signifikan karena berdampak langsung terhadap perhitungan PDRB per kapita.
Menurut Rohim, semakin besar jumlah penduduk, maka nilai PDRB per kapita akan semakin rendah. Hal ini berpotensi memengaruhi status dan klasifikasi kemajuan suatu daerah.
“Kalau jumlah penduduknya lebih besar, otomatis PDRB per kapitanya turun. Ini bisa mengubah status daerah secara signifikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu berhati-hati dalam menyimpulkan capaian pembangunan tanpa memastikan validitas dan konsistensi data yang digunakan.
“Jangan sampai kita merasa sudah maju, padahal indikatornya belum akurat,” tegasnya.
DPRD Samarinda pun meminta instansi terkait segera melakukan peninjauan ulang terhadap data yang digunakan dalam laporan pertanggungjawaban.
Langkah ini dinilai penting agar evaluasi pembangunan tidak hanya mencerminkan angka di atas kertas, tetapi juga kondisi nyata di masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka, tapi menyangkut arah kebijakan ke depan. Kalau datanya keliru, kebijakannya juga bisa meleset,” pungkasnya. (Adv/ml)







