DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang baru bagi generasi muda di Kota Samarinda untuk menciptakan lapangan kerja melalui sektor ekonomi kreatif.
DPRD Samarinda menilai potensi tersebut perlu didukung dengan program pembinaan dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan anak muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang di berbagai bidang kreatif seiring pesatnya penggunaan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, banyak generasi muda di Samarinda mulai aktif menekuni sektor kreatif seperti desain digital, fotografi, videografi, pembuatan konten, hingga usaha berbasis platform digital. Aktivitas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara serius.
“Anak muda di Samarinda memiliki kemampuan kreatif yang cukup besar. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan supaya potensi tersebut bisa berkembang menjadi kegiatan yang positif dan bernilai manfaat,” ujar Romadhony, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai dukungan pemerintah daerah tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas fisik. Menurutnya, diperlukan pula ruang kreatif dan program pembinaan yang mampu meningkatkan kemampuan serta daya saing generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
Selain itu, Romadhony mendorong pemerintah memperbanyak pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi anak muda.
Program tersebut dinilai penting untuk membantu generasi produktif memiliki kemampuan kerja sekaligus peluang membangun usaha mandiri.
Ia mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan banyak peluang usaha baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari bisnis digital hingga industri kreatif berbasis media sosial yang terus berkembang.
“Kemampuan dan keterampilan kewirausahaan perlu terus ditingkatkan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
DPRD Samarinda berharap pengembangan potensi generasi muda dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Sinergi tersebut dinilai penting agar kreativitas dan inovasi anak muda mampu menjadi penggerak kemajuan daerah di tengah persaingan era digital,” pungkasnya. (Adv/ml)







