DIALOGIS.CO, KUKAR – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, menghadiri kegiatan Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course (SC) HMI Cabang Kutai Kartanegara, pada Rabu (10/06/2026) Tenggarong.
Dalam kunjungannya, Arief juga melakukan silaturrahim dengan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.
Pada kegiatan kaderisasi tersebut, Arief menyampaikan pandangannya mengenai arah pembangunan ekonomi nasional yang menurutnya tengah memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Ia menilai pemerintah saat ini berupaya memperkuat kedaulatan bangsa melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat.
Menurut Arief, sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, merupakan bagian dari upaya mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Ia menyinggung langkah-langkah yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia dalam mendorong kemandirian energi, memperbaiki tata kelola sektor ESDM, serta memberdayakan masyarakat melalui legalisasi sumur rakyat.
“Berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menegakkan amanat Pasal 33 UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Arief dalam pemaparannya.
Selain membahas isu ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, Arief juga mengingatkan kader HMI agar mampu membaca perubahan sosial dan perkembangan teknologi secara kritis tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan.
Menurutnya, HMI harus tetap relevan sebagai agen perubahan di tengah disrupsi digital, globalisasi, dan dinamika kepemimpinan nasional.
Ia menegaskan bahwa kader HMI dituntut memiliki konsistensi terhadap nilai-nilai organisasi, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta membangun kolaborasi yang menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. HMI harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mengawal cita-cita keadilan sosial sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Arief.
Dalam kesempatan yang sama, Arief turut memberikan apresiasi terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri.
Menurutnya, daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam seperti Kutai Kartanegara memegang peran strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional.
Ia menilai potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Kunjungan Arief Rosyid Hasan ke Kutai Kartanegara tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kader HMI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan lahir kolaborasi yang mampu mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. (Fk)







