DIALOGIS.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera memberikan kepastian teknis pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Kejelasan tersebut dinilai penting agar Samarinda dapat menyusun kebutuhan kontingen secara tepat.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronny Pasie, mengatakan hingga kini sejumlah informasi mengenai pelaksanaan Porprov belum diterima secara lengkap oleh pemerintah kota.
Beberapa hal yang masih ditunggu antara lain kepastian cabang olahraga yang dipertandingkan, nomor pertandingan serta lokasi venue.
“Secara keseluruhan, kita belum bisa memastikan karena masih ada beberapa hal, baik teknis maupun nonteknis, yang masih menunggu kepastian dari provinsi,” ujar Novan, Sabtu (23/8/2026).
Menurutnya, kepastian tersebut berkaitan langsung dengan pemetaan kontingen Samarinda. Tanpa informasi yang lengkap, pemerintah kota belum dapat menghitung secara pasti jumlah atlet, pelatih dan ofisial yang akan diberangkatkan ke Kabupaten Paser.
Padahal, Samarinda sebelumnya menyiapkan rencana untuk mengirim sekitar 1.700 atlet dan ofisial dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Novan menjelaskan, jumlah kontingen akan menentukan kebutuhan transportasi, akomodasi hingga biaya operasional selama pelaksanaan Porprov. Karena itu, perencanaan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan perkiraan.
“Ini membuat pemerintah kota belum bisa menghitung secara pasti jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan,” katanya.
DPRD Samarinda mendorong Pemprov Kaltim segera menyampaikan informasi teknis kepada pemerintah daerah. Kepastian tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemkot Samarinda bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta KONI Samarinda untuk memfinalisasi persiapan kontingen.
Novan menilai waktu persiapan menjadi faktor penting bagi atlet maupun ofisial. Semakin cepat kepastian diperoleh, semakin leluasa daerah menyiapkan kebutuhan kontingen dan melakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan teknis pertandingan.
“Semakin cepat informasi teknis diterima, semakin mudah pula daerah menyusun kebutuhan dan memastikan kesiapan atlet menghadapi Porprov 2026 di Paser,” pungkasnya. (Adv/ml)







