Kegiatan pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Bakery dan Pastry bagi penyandang disabilitas dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman, Direktur Utama Ghanesa Group Bayu Reksa Nugraha, serta perwakilan LPK Ghanesa, Ridha Apriani.
Kegiatan pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Bakery dan Pastry bagi penyandang disabilitas dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman, Direktur Utama Ghanesa Group Bayu Reksa Nugraha, serta perwakilan LPK Ghanesa, Ridha Apriani.

Kolaborasi Dinsos Samarinda dan LPK Ghanesa Tingkatkan Keterampilan Disabilitas melalui Pelatihan Bakery dan Pastry

DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bakery dan Pastry bagi penyandang disabilitas sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 3–4 September 2026, di Mako Resimen Mahasiswa Mulawarman, Jalan Banggeris, Samarinda.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinsos Kota Samarinda dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ghanesa.

Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman, Direktur Utama Ghanesa Group Bayu Reksa Nugraha, serta perwakilan LPK Ghanesa, Ridha Apriani.

Dalam sambutannya, Kepala Dinsos Samarinda Mochammad Arif Surochman menegaskan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Menurutnya, Dinsos akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan peserta agar keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak selesai sampai di sini. Kami akan memantau dan menyiapkan formulasi ke depan terkait tindak lanjut program ini. Yang paling utama, kegiatan ini harus diikuti sampai selesai agar pengetahuan, informasi, dan keterampilan bakery maupun pastry dapat tersampaikan dengan baik dari instruktur kepada peserta,” ujarnya.

Arif menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bersama LPK Ghanesa dalam menciptakan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mandiri di masa mendatang.

“Kami berharap ada perubahan sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta yang sebelumnya belum mengetahui teknik pembuatan produk bakery dan pastry nantinya dapat memahami bahkan mengembangkannya menjadi peluang usaha,” katanya.

Sementara itu, perwakilan LPK Ghanesa, Ridha Apriani, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Dinsos Kota Samarinda dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menambah keterampilan peserta sehingga memiliki bekal yang lebih baik untuk berwirausaha maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ridha menjelaskan, selama dua hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi dan praktik langsung yang dipandu oleh instruktur berpengalaman di bidang bakery dan pastry.

Melalui kegiatan ini, Dinsos Kota Samarinda dan LPK Ghanesa berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan, memperluas peluang ekonomi, serta memiliki kemandirian yang lebih baik melalui keterampilan di bidang kuliner. (ml)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post