DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Keterbatasan fiskal membuat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di DPRD Samarinda digelar dengan konsep sederhana. Tahun ini, momentum 17 Agustus tidak dirancang sebagai pesta besar, melainkan diisi kegiatan sosial melalui kolaborasi lintas instansi.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan efisiensi anggaran menjadi pertimbangan dalam menentukan rangkaian kegiatan kemerdekaan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas, termasuk dampak pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Kita tahu saat ini kita tengah mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan kolaborasi agar kita tetap bisa memeriahkan 17 Agustus,” ujar Helmi, Minggu (16/8/2026).
Alih-alih menggelar kegiatan dengan kebutuhan anggaran besar, DPRD Samarinda memilih melibatkan perangkat daerah dan fasilitas kesehatan pemerintah. Sejumlah agenda sosial disiapkan agar perayaan kemerdekaan tetap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan RSUD Inche Abdoel Moeis. Selain itu, DPRD juga menyiapkan aksi donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan.
Helmi menegaskan kegiatan tersebut dirancang melalui kerja sama antarinstansi sehingga tidak menambah beban belanja operasional maupun APBD.
“Acara 17 Agustus ini sifatnya seremonial saja. Dengan bekerja sama, tidak membebankan belanja operasional dan tidak membebani APBD,” tegasnya.
Menurut Helmi, penyesuaian skala perayaan merupakan bagian dari upaya menjaga efisiensi belanja daerah. Meski tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya, momentum kemerdekaan tetap diupayakan dapat dirasakan masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di depan Kantor DPRD Samarinda dan terbuka bagi masyarakat umum. Dengan konsep tersebut, DPRD berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tetap berlangsung tanpa mengabaikan kondisi keuangan daerah.
“Pelaksanaannya nantinya di depan kantor DPRD Samarinda, dan terbuka untuk masyarakat umum,” pungkas Helmi. (Adv/ml)







