049

Batik Wakaroros, Strategi Branding Kutim di Industri Kreatif Nasional

DIALOGIS.CO, JAKARTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat citra daerah melalui kekuatan budaya lokal. Salah satu upaya paling menonjol adalah penggunaan batik Wakaroros sebagai instrumen branding daerah di kancah nasional, yang dipresentasikan melalui ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2025.

Motif Wakaroros bukan sekadar karya seni tekstil. Ia merupakan hasil transformasi nilai budaya Dayak Basap, suku asli penghuni kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur, menjadi simbol identitas visual Kutim. Corak geometris yang lembut dan simetris melambangkan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas — nilai yang relevan dengan filosofi pembangunan berkelanjutan.

Melalui partisipasi di IFW 2025, Kutim tidak hanya menampilkan busana, tetapi mengusung strategi komunikasi yang lebih luas: membangun citra daerah berbasis warisan budaya. Batik dijadikan brand ambassador yang merepresentasikan karakter daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutim, Hj. Siti Robiah, menilai bahwa strategi branding berbasis budaya mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. “Batik Wakaroros membawa pesan bahwa Kutim adalah wilayah yang kaya warisan dan berdaya saing dalam industri kreatif,” ujarnya.

Koleksi “Majestic Wakaroros” merupakan hasil kolaborasi antara Dekranasda Kutim dan desainer Nora Suratman. Keduanya berupaya menghadirkan narasi visual yang selaras dengan tren mode global, tanpa meninggalkan akar tradisi lokal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kanal promosi efektif jika dikemas dengan estetika modern dan nilai simbolik yang kuat.

Selain Wakaroros, Kutim memiliki beragam motif khas seperti Arit Lepo, Daun Singkong, dan Telapak Tangan Karst, yang masing-masing berpotensi memperkuat portofolio visual daerah. Namun, Wakaroros dipilih sebagai ikon utama karena sarat filosofi dan mudah diterjemahkan ke berbagai produk turunan mode maupun souvenir daerah.

Dengan menjadikan batik sebagai medium komunikasi budaya, Kutim mengubah warisan lokal menjadi strategi branding yang berkelanjutan. Dari simbol spiritual masyarakat Dayak Basap, kini Wakaroros menjelma menjadi wajah baru Kutim di peta industri kreatif nasional. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post