DIALOGIS.CO – Program Bantuan Keuangan Khusus Desa dan Rukun Tetangga (BKKDRT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan hasil positif.
Program yang digulirkan oleh Pemkab Kukar ini menjadi angin segar bagi desa-desa, terutama dalam mengatasi persoalan infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat RT.
Salah satu contohnya terlihat di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu. Program BKKDRT berjalan optimal di wilayah ini dan telah memberi manfaat nyata bagi warga.
Kepala Desa Sebuntal, Herman, mengakui program tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperbaiki kebutuhan mendasar mereka.
“Program BKKDRT di Desa Sebuntal berjalan baik. Kami selalu memantau pelaksanaannya sesuai regulasi yang ada,” ujarnya, Selasa (01/07/2025).
Saat ini, alokasi dana per RT masih Rp50 juta. Meski begitu, Herman berharap jumlahnya bisa meningkat sebagaimana janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Kukar yang baru.
Dana BKKDRT, lanjutnya, paling banyak dimanfaatkan untuk kegiatan gotong royong serta kebutuhan mendesak warga. Salah satu prioritas utama adalah perbaikan drainase.
“Kami sedang membenahi drainase karena ada beberapa RT yang masih terendam banjir. Melalui BKKDRT, kami berharap jalan dan saluran air bisa diperbaiki sehingga warga tidak lagi terdampak banjir,” jelas Herman.
Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga didampingi oleh pendamping desa yang memastikan penggunaan dana sesuai kebutuhan riil masyarakat. Dari situlah masyarakat bisa langsung merasakan hasilnya.
Harapan semakin tinggi ketika muncul kabar bahwa alokasi dana BKKDRT akan ditingkatkan dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT. Herman menyambut baik rencana tersebut.
“Informasi yang kami terima, sesuai janji Bupati dan Wakil Bupati, anggaran akan naik menjadi Rp150 juta. Kami berharap RT bisa memanfaatkannya sebaik mungkin,” ucapnya.
Dengan kenaikan itu, Desa Sebuntal menargetkan bukan hanya penanganan banjir, tetapi juga masalah sampah.
Desa sudah menyiapkan lahan untuk tempat pembuangan sementara dan berharap warga lebih peduli.
“Selama ini petugas kesulitan mengumpulkan sampah karena kesadaran warga masih kurang. Dengan adanya BKKDRT, kami juga bisa menyediakan tong sampah di setiap RT,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan agar dana benar-benar digunakan sesuai kebutuhan.
“Harapannya dengan program BKKDRT ini bisa membantu pembangunan desa dan kelurahan. Dana Rp50 juta yang ada, bahkan nanti yang akan meningkat, harus dipakai sesuai prosedur,” tuturnya.
Pendampingan berkelanjutan dari DPMD Kukar menjadi kunci agar program ini tidak hanya menjadi alokasi dana, melainkan benar-benar menjadi solusi.
Kehadiran BKKDRT diharapkan bisa menjawab persoalan desa dari hal yang paling sederhana, hingga memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. (Adv/fk)







