DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pembangunan infrastruktur di Dermaga Kenyamukan, yang ditetapkan sebagai destinasi baru andalan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendapatkan sorotan mendalam dari anggota DPRD. Anggota Komisi B, Faisal Rachman, menekankan bahwa pembangunan pelabuhan ini merupakan langkah strategis dan visioner untuk mempersiapkan daerah menyambut operasional pelabuhan secara penuh di masa depan. Keberhasilan dermaga ini tidak hanya diukur pada saat pelaksanaan proyek, tetapi pada kemampuannya menjadi mesin penggerak ekonomi yang andal untuk puluhan tahun mendatang.
“Ya, pelabuhan infrastruktur Kenyamukan itu kan dibangun karena yang paling terpenting adalah itu untuk mempersiapkan kita ketika pelabuhan itu kan sudah mulai berjalan,” ujar Faisal. Pernyataan ini menegaskan bahwa esensi dari pembangunan ini adalah antisipasi dan persiapan menyambut era baru logistik dan ekonomi maritim di Kutim. Infrastruktur ini bukanlah proyek insidental, melainkan investasi jangka panjang yang dirancang untuk mengakomodasi aktivitas pelabuhan yang dinamis dan terus berkembang.
Keberadaan infrastruktur pendukung ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan dan langsung terhadap aksesibilitas menuju kawasan Kenyamukan. Peningkatan akses yang lebih baik, lancar, dan aman ini diakui bukan sebagai sebuah titik akhir atau pencapaian final, melainkan sebuah proses dinamis yang memerlukan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan dari waktu ke waktu seiring dengan bertumbuhnya aktivitas di dermaga. “Jadi akses ke Kenyamukan itu menjadi lebih baik dan ini harus terus disempurnakan.” Kata “harus terus disempurnakan” merupakan pesan penting bahwa pembangunan infrastruktur adalah siklus yang tidak pernah benar-benar selesai; ia perlu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan dan teknologi.
Lebih lanjut, Faisal menyampaikan harapan dan sekaligus kekhawatirannya agar aspek kualitas tidak terabaikan atau dikorbankan dalam setiap tahap pembangunan. Menurutnya, fokus tidak boleh hanya tertuju pada percepatan penyelesaian proyek dan penyerapan anggaran semata, tetapi harus konsisten pada mutu material, ketepatan spesifikasi teknis, dan keawetan infrastruktur yang dibangun. Hal ini penting untuk memastikan bahwa investasi publik yang dikeluarkan dalam jumlah besar dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang yang maksimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah, bukan justru menjadi beban akibat biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tinggi. “Makanya harapan kita pembangunan yang dilakukan itu betul-betul harus memikirkan kualitasnya.” Penekanan pada “betul-betul harus memikirkan kualitasnya” adalah seruan untuk integritas dan profesionalisme dalam eksekusi proyek.
Penekanan pada kualitas dan durability ini, tutupnya, bertujuan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk beban operasional yang tinggi dari kendaraan berat dan pengaruh cuaca. Dengan demikian, Dermaga Kenyamukan tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik atau kebanggaan sesaat, tetapi juga benar-benar menjadi aset yang fungsional, produktif, dan berkelanjutan untuk mendongkrak perekonomian Kutim di masa depan. “Sehingga daya tahan dari bangunan itu bisa tahan lama.” Harapan agar bangunan “bisa tahan lama” ini adalah esensi dari nilai uang (value for money) dalam pembangunan, di mana aset publik yang dibangun hari ini harus mampu mewarisi manfaatnya untuk generasi yang akan datang, menjadikan Dermaga Kenyamukan sebagai pintu gerbang ekonomi Kutim yang kokoh dan bermartabat. (Adv/jn)







