DIALOGIS.CO – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kukar untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Paripurna ke-19 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kukar, Senin (18/11/2024).
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kukar Junaidi dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Polres Kukar, Dandim 0906/Kkr, serta perwakilan kepala OPD Pemkab Kukar.
Bambang Arwanto menyatakan bahwa penyusunan RAPBD ini bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang penting untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.
Proses perencanaan dan penganggaran harus dilakukan secara terintegrasi dan konsisten untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif, dengan tujuan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
“Pendapatan Daerah proyeksi untuk 2025 diperkirakan mencapai total 7,31 triliun rupiah, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,09 triliun rupiah dan pendapatan dari transfer sebesar 6,21 triliun rupiah,” ujar Bambang Arwanto.
PAD terdiri dari berbagai sumber, termasuk pajak daerah sebesar 274,77 miliar rupiah, retribusi daerah 4,83 miliar rupiah, serta pengelolaan kekayaan daerah yang diperkirakan mencapai 44,14 miliar rupiah.
Pada sisi belanja daerah, Bambang Arwanto menyebutkan bahwa pengeluaran untuk tahun 2025 diproyeksikan mencapai 7,58 triliun rupiah.
Belanja terbesar adalah untuk belanja operasi, yang mencakup belanja pegawai (2,45 triliun rupiah) dan belanja barang dan jasa (2,64 triliun rupiah). Selain itu, belanja modal untuk pengembangan infrastruktur dan aset daerah lainnya dialokasikan sebesar 1,61 triliun rupiah.
“Belanja Tidak Terduga diperkirakan sebesar 50 miliar rupiah, dan Belanja Transfer ke instansi pemerintah tercatat sebesar 768 miliar rupiah,” tambahnya.
Meskipun diperkirakan akan mengalami defisit, Bambang Arwanto menegaskan bahwa defisit tersebut dapat ditutupi melalui berbagai sumber pembiayaan daerah, termasuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dari tahun-tahun sebelumnya yang diproyeksikan mencapai 267,44 miliar rupiah.
Dalam RAPBD 2025, Bambang Arwanto mengungkapkan beberapa prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan sosial dengan pemberdayaan masyarakat.
“Prioritas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” pungkas Bambang Arwanto. (Adv/fk)







