KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melihat penyelenggaraan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga. Pemilihan kawasan Pulau Kumala sebagai lokasi kegiatan juga diharapkan memberikan dampak terhadap kunjungan wisata dan aktivitas usaha masyarakat.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan area parkir Pulau Kumala dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki posisi strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
“Secara khusus memang tempat ini menjadi tempat yang strategis kita laksanakan karena dekat dengan jalan. Kemudian juga ini posisinya tengah-tengah,” ujar Ali usai pembukaan Lomba Olahraga Tradisional dalam rangka Perayaan Erau Adat Kutai 2026, Senin (21/9/2026).
Menurut Ali, penyelenggaraan lomba di kawasan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati objek wisata Pulau Kumala.
“Dengan ada Erau ini, ada pengunjung, mereka datang melihat olahraga tradisional, sekaligus mereka menikmati wisata di Pulau Kumala, itu harapan kita,” katanya.
Selain wisata, keberadaan kegiatan juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk menjalankan aktivitas usaha selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Ali mengatakan keberadaan UMKM menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pemilihan lokasi kegiatan. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut mendapatkan manfaat dari ramainya kunjungan selama Erau.
“Di sini juga tempat UMKM tersedia dengan nyaman. Sehingga dampak dari pelaksanaan olahraga tradisional ini selain mengangkat olahraga tradisional, kita salah satu mengangkat objek wisata Pulau Kumala. Kemudian juga kita memberi kesempatan ruang gerak buat masyarakat di sekitar untuk melaksanakan usaha,” jelas Ali.
Lomba olahraga tradisional tersebut menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dengan mempertandingkan empat cabang, yakni belogo, begasing, menyumpit dan ketapel.
Sebanyak sekitar 412 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kukar, tetapi juga sejumlah daerah di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.
Bagi Dispora Kukar, penyelenggaraan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan aktivitas olahraga, wisata dan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan.
“Harapan kita, dengan pelaksanaan olahraga tradisional ini selain mengangkat olahraga tradisional juga salah satu mengangkat objek wisata Pulau Kumala,” pungkas Ali. (Adv/fk)







