DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut memeriahkan Festival Erau Adat Kutai 2026 melalui penyelenggaraan pertandingan olahraga tradisional. Sebanyak empat mata lomba disiapkan sebagai bagian dari rangkaian festival budaya yang berlangsung pada September 2026.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan hal tersebut saat memaparkan persiapan kegiatan dalam rapat Festival Erau Adat Kutai 2026 di Sekretariat Erau, eks Gedung Wanita Kukar, samping Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Selasa (15/9/2026).
“Sebanyak empat olahraga tradisional akan dipertandingkan dalam rangkaian Erau, yakni belogo, gasing atau begasing, menyumpit dan katapel,” ujar Aji Ali Husni dalam paparannya.
Pelaksanaan empat mata lomba tersebut dipusatkan di halaman parkir Pulau Kumala pada 21–26 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga sekaligus mengembangkan olahraga tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Aji menjelaskan, pertandingan olahraga tradisional tersebut berada di bawah Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan, melalui subkegiatan Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Rekreasi.
“Tujuannya untuk mengembangkan dan melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang diakui secara turun-temurun,” katanya.
Keterlibatan olahraga tradisional dalam rangkaian Festival Erau diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang untuk memperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang memiliki nilai budaya.
Peserta kegiatan ini berasal dari masyarakat Kutai Kartanegara maupun luar Kalimantan Timur. Dengan keterbukaan peserta tersebut, pertandingan diharapkan dapat menjadi wadah interaksi masyarakat sekaligus memperluas pengenalan olahraga tradisional daerah.
Dalam pelaksanaannya, wasit dan juri akan melibatkan para pegiat yang berkompeten di bidang masing-masing. Sementara itu, aspek keamanan akan didukung aparat terkait, sedangkan layanan kesehatan disiapkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Adapun penyelenggara kegiatan merupakan event organizer rekanan Dispora Kukar yang bertugas mendukung pelaksanaan pertandingan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Lebih lanjut, Aji menyampaikan bahwa olahraga tradisional merupakan bagian dari Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) yang diselenggarakan setiap dua tahun. Cabang olahraga tersebut juga berkontribusi terhadap perolehan medali bagi Provinsi Kalimantan Timur.
“Olahraga tradisional adalah bagian dari Festival Olahraga Masyarakat Nasional atau FORNAS yang diadakan setiap dua tahun sekali, dan selalu menyumbangkan medali untuk Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan FORNAS VII 2025 di Nusa Tenggara Barat, atlet olahraga tradisional utusan Kutai Kartanegara berhasil meraih lima medali emas, lima medali perak, dan tiga medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi olahraga tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas rekreasi dan pelestarian budaya, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bidang olahraga prestasi.
Melalui pertandingan olahraga tradisional dalam Festival Erau Adat Kutai 2026, Dispora Kukar berupaya menjaga keberadaan permainan warisan masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang berkaitan dengan budaya daerah. (Adv/fk)







