DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri) Kukar mematangkan persiapan cabang olahraga pickleball untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Kutai Timur.
Persiapan dilakukan melalui seleksi atlet yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, di Lapangan Pickleball Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong.
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana, mengatakan seleksi disiapkan bersama Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kukar. Tim seleksi nantinya akan menilai calon atlet berdasarkan sejumlah aspek, tidak hanya kemampuan bermain.
“Ada beberapa hal yang paling utama dalam metode seleksi tersebut. Yang pertama kesiapan fisik dari calon atlet, kemudian skill atau kemampuan bermain, attitude, dan mental. Empat hal itulah yang nantinya akan dinilai oleh tim seleksi,” kata Dery.
Kategori pertandingan yang dipersiapkan cukup beragam. Untuk kelompok usia bebas terdapat nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.
Kemudian terdapat nomor ganda putra dan putri kelompok usia 35–40 tahun, ganda putra dan putri usia 45–49 tahun, serta ganda putra usia 50 tahun ke atas. Bapor Korpri Kukar juga menyiapkan nomor ganda putra eksekutif untuk pejabat minimal eselon III.
Dery menjelaskan hasil seleksi nantinya akan menggunakan sistem peringkat. Dari proses tersebut, panitia akan melihat perkembangan peserta sekaligus menentukan atlet yang akan memperkuat tim Bapor Korpri Kukar.
“Setelah ini kita juga akan ada TC mandiri yang akan kita lakukan dan kita jadwalkan. Karena mungkin nanti sistem seleksinya juga ranking, di situ kita akan lihat teman-teman yang bergabung menjadi atlet Bapor Korpri dan perkembangan mereka seperti apa,” ujarnya.
Ia menyebut kontingen pickleball Kukar diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang yang terdiri dari atlet, manajer, dan official. Setelah seleksi, para atlet akan menjalani training center (TC) mandiri bersama IPF Kukar sebagai bagian dari persiapan menuju pertandingan.
Dery melihat perkembangan pickleball di Kukar menjadi modal dalam mempersiapkan tim. Menurutnya, olahraga tersebut semakin berkembang di lingkungan perangkat daerah, bahkan sejumlah instansi telah menyediakan lapangan sendiri.
“Targetnya, insyaallah, karena pickleball ini cukup berkembang dan di kalangan instansi perangkat daerah yang ada di Kutai Kartanegara sudah banyak sekali yang membuat lapangan sendiri. Jadi kami yakin dan sangat yakin cabang olahraga pickleball ini nanti di Kutai Timur, mudah-mudahan kita bisa sapu bersih,” katanya.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan seleksi pickleball merupakan bagian dari persiapan Kukar menghadapi Porprov Korpri Kaltim 2026. Dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan, sekitar delapan cabang olahraga dipersiapkan melalui proses seleksi.
“Tidak hanya bulu tangkis, ada beberapa cabor. Pertama bulu tangkis, yang kedua tenis meja, kemudian futsal, panahan, atletik, pickleball, dan bola voli. Inilah kegiatan-kegiatan yang akan kita persiapkan dalam mengikuti Pekan Olahraga Provinsi khusus Korpri,” kata Ali.
Menurutnya, seleksi diperlukan karena antusiasme ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terhadap olahraga cukup besar. Bahkan, potensi atlet tidak hanya berasal dari organisasi perangkat daerah di tingkat kabupaten, tetapi juga dari kecamatan.
Ali berharap ajang Porprov Korpri dapat menjadi ruang bagi ASN dan PPPK untuk kembali mengembangkan prestasi olahraga.
“Harapan kami dengan adanya Porprov ini menambah semangat berolahraga di kalangan ASN dan PPPK, karena sudah ada ajang prestasi yang kembali digelar. Kami juga berharap potensi-potensi yang ada di kecamatan, tidak hanya di OPD kabupaten, terus tumbuh dan berkembang di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/fk)







