DIALOGIS.CO, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan Lapangan Pemuda akan dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai fasilitas olahraga setelah sebelumnya digunakan sementara sebagai lokasi penampungan pedagang selama pembangunan pasar.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan para pedagang yang sebelumnya menempati lokasi tersebut saat ini telah dikembalikan ke Pasar Tanggarong. Dengan berakhirnya fungsi sementara tersebut, Lapangan Pemuda akan dikembalikan sebagai ruang untuk kegiatan olahraga.
“Untuk Lapangan Pemuda yang selama ini digunakan untuk penampungan sementara pada saat pembangunan pasar, saat ini para pedagangnya sudah dikembalikan ke Pasar Tangga Arung. Tentunya kalau dari fungsi, ini akan dikembalikan fungsinya seperti biasa,” kata Ali, Kamis (24/9/2026).
Ali mengatakan, perencanaan pengembalian fungsi Lapangan Pemuda sebenarnya telah disiapkan sejak 2024 dan telah masuk dalam perencanaan pembangunan.
Dalam rencana tersebut, bangunan yang saat ini berada di area lapangan akan dibongkar, termasuk bagian yang telah disemen. Area tersebut kemudian akan dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau dan lapangan rumput.
“Ini akan dikembalikan kepada fungsinya yaitu tempat olahraga. Bangunan itu dibongkar, semennya dibongkar, dikembalikan dengan ruang terbuka hijau dan lapangan yang memang lapangan rumput,” ujarnya.
Menurut Ali, Lapangan Pemuda nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi sepak bola. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk sejumlah cabang olahraga (cabor) yang membutuhkan lapangan representatif untuk latihan.
Selain pemanfaatan pada siang hari, terdapat rencana pengembangan fasilitas agar sebagian aktivitas olahraga juga dapat dilakukan pada malam hari.
“Yang akan digunakan kembali oleh sepak bola, kemudian beberapa cabor lainnya. Tentunya ada peningkatan tahun ini. Kalau memang itu tetap dibangun, peningkatannya nanti akan digunakan untuk malam hari,” jelas Ali.
Ia menyebut sejumlah cabor yang selama ini belum memiliki lapangan khusus, seperti kriket dan rugby, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk latihan.
“Jadi kita sudah mengatur siang hari itu ada beberapa cabor yang menggunakan, malam pun ada cabor-cabor juga yang bisa menggunakan, yang selama ini memang cabor-cabor itu belum memiliki lapangan. Seperti kriket, kemudian seperti rugby, mereka ini kan belum ada lapangan khusus untuk latihan dan sebagainya,” katanya.
Ali menegaskan, keberadaan Lapangan Pemuda menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memenuhi kebutuhan sarana olahraga di Kukar. Terlebih, jumlah dan ragam cabor yang berkembang membutuhkan fasilitas latihan yang memadai.
“Ya tetap, tetap maksimal karena memang sejauh ini untuk lapangan sendiri kita ini mengalami kekurangan. Sementara cabor di tempat kita ini cukup lengkap, cukup membutuhkan lapangan yang memang representatif digunakan untuk mereka latihan,” ungkapnya.
Dalam rencana pembangunan dan pengembalian fungsi Lapangan Pemuda tersebut, Dispora Kukar berperan sebagai pengguna fasilitas. Sementara proses penganggaran dan pembangunan saat ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ali mengatakan Dispora memberikan masukan terkait kebutuhan fasilitas olahraga yang nantinya akan digunakan oleh para atlet dan cabor.
“Penganggarannya saat ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum karena memang dari awal pembangunan ini sampai dengan hari ini menjadi tanggung jawab kawan-kawan di PU. Kita hanya sebagai user dan kita hanya memberikan masukan-masukan terkait fasilitas-fasilitas yang akan digunakan daripada lapangan itu nanti,” pungkasnya. (Adv/fk)







