Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto.

DPRD Desak Pemkot Tambah Anggaran Pariwisata, Pengembangan Destinasi Dinilai Jalan di Tempat

DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meningkatkan alokasi anggaran sektor pariwisata.

Pasalnya, keterbatasan anggaran dinilai menjadi penyebab lambatnya pengembangan destinasi wisata dan belum optimalnya potensi pariwisata dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan kemampuan fiskal daerah yang terbatas membuat pengembangan sektor pariwisata masih didominasi program rutin sehingga belum mampu melahirkan destinasi wisata baru yang memiliki daya tarik kuat.

“Dengan anggaran yang terbatas, sulit menghadirkan destinasi wisata baru yang benar-benar menarik,” ujar Rusdi saat diwawancarai, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, apabila Pemkot Samarinda ingin menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan, dukungan anggaran harus diperkuat.

Pengembangan destinasi, kata dia, membutuhkan investasi mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas pendukung, hingga promosi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Rusdi menilai perkembangan sektor pariwisata Samarinda masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur yang telah lebih dahulu mengembangkan destinasi wisata secara terencana.

Karena itu, pemerintah diminta memiliki arah kebijakan yang jelas, khususnya dalam pengelolaan wisata budaya.

“Konsep pengelolaan harus jelas agar pengembangannya memberi dampak bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar ialah Desa Budaya Pampang. Menurut Rusdi, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara profesional dan didukung penyelenggaraan atraksi seni dan budaya secara rutin.

Ia menilai konsistensi penyelenggaraan kegiatan budaya tidak hanya memperkuat identitas wisata Samarinda, tetapi juga memberi kesempatan lebih luas bagi wisatawan untuk menikmati atraksi budaya tanpa harus menunggu agenda tertentu.

Di sisi lain, Rusdi juga menyoroti masih terbatasnya pilihan destinasi wisata di Kota Tepian. Meski mengapresiasi kehadiran Teras Samarinda sebagai ikon baru, ia menilai satu destinasi belum cukup untuk membangun industri pariwisata yang kompetitif.

“Samarinda membutuhkan lebih banyak destinasi agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama,” tegasnya.

Menurut Rusdi, bertambahnya destinasi wisata akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui sektor kuliner, perhotelan, transportasi, usaha mikro, hingga ekonomi kreatif.

Karena itu, ia berharap Pemkot Samarinda tidak hanya menambah alokasi anggaran, tetapi juga menyusun strategi pengembangan pariwisata yang terukur dan berkelanjutan agar sektor tersebut mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pariwisata memiliki potensi besar menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, hal itu membutuhkan komitmen yang kuat, perencanaan yang matang, dan dukungan anggaran yang memadai agar pengembangannya bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (Adv/ml)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post