IMG-20251121-WA0005

DPRD Kutim Desak Transformasi Ekonomi Berkelanjutan untuk Menuju Penguatan Agribisnis dan Agroindustri

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Faizal Rachman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), secara tegas menyerukan perlunya perubahan paradigma dan orientasi pembangunan ekonomi daerah yang lebih visioner dan berkelanjutan. Ia menegaskan dengan jelas bahwa masa depan Kutai Timur tidak boleh lagi bergantung secara berlebihan pada sumber daya alam yang sifatnya terbatas, tidak dapat diperbaharui, dan rentan terhadap fluktuasi pasar global.

Faizal menjelaskan dengan analisis yang mendalam bahwa ketergantungan yang berlebihan dan hampir eksklusif pada sektor ekstraktif, seperti pertambangan batubara dan migas, mengandung risiko jangka panjang yang serius dan multidimensi bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terbarukan secara intensif lambat laun akan menghadapi tantangan kompleks akibat menipisnya cadangan, degradasi lingkungan, serta ketidakstabilan harga komoditas di pasar internasional yang sulit diprediksi.

“Fokus kita bagai mana kutai timur kedepan itu tidak lagi bertumpuh pada sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui,” tegas Faizal.

Sebagai alternatif strategis dan solutif, Faizal dengan penuh keyakinan mengusulkan penguatan yang sistematis dan berkelanjutan pada sektor-sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Menurut pandangannya, Kutai Timur perlu segera membangun kemandirian ekonomi yang tangguh berbasis potensi lokal yang dapat terus dikembangkan, diperbaharui, dan memiliki ketahanan terhadap guncangan eksternal.

Ia menambahkan penjelasan yang lebih operasional bahwa transformasi ekonomi struktural ini harus secara konsisten diarahkan pada penguatan dua sektor utama yang saling berkaitan dan saling mendukung secara sinergis. Kedua sektor unggulan ini dinilai memiliki kemampuan strategis untuk menciptakan lapangan kerja yang luas, mengurangi pengangguran, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Tapi bagai mana caranya kutai timur bisa mandiri di bidang agribisnis dan agroindustri,” jelasnya.

Pernyataan Faizal ini secara tegas menggarisbawahi pentingnya dan mendesaknya pergeseran paradigma dari ekonomi ekstraktif yang bersifat jangka pendek menuju ekonomi yang berbasis produksi dan pengolahan yang berkelanjutan. Agribisnis yang kuat dan modern akan menjamin ketersediaan bahan baku yang kontinyu dan berkualitas, sementara pengembangan agroindustri yang terintegrasi akan secara signifikan meningkatkan nilai ekonomi, daya saing, dan marketability dari produk-produk pertanian dan perkebunan lokal.

Dengan fokus yang jelas dan konsisten pada pengembangan agribisnis dan agroindustri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Kutai Timur diharapkan dapat secara simultan membangun ketahanan pangan yang mandiri sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Langkah strategis dan visioner ini dipandang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah, secara bertahap mengurangi ketergantungan pada sektor tambang, serta membawa kesejahteraan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Kutai Timur. (Adv/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post