IMG-20251120-WA0019

DPRD Kutim Soroti Pentingnya Penyempurnaan Infrastruktur Pelabuhan untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Layanan Optimal

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pembangunan infrastruktur pelabuhan di Kutai Timur dinilai tidak hanya sekadar tentang ketersediaan dan kelengkapan fasilitas fisik semata, tetapi juga harus secara serius mengutamakan dan memprioritaskan aspek kenyamanan serta pengalaman pengguna bagi seluruh pengguna jasa. Hal penting ini disampaikan secara tegas oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan infrastruktur transportasi laut di wilayah tersebut.

Faizal menjelaskan dengan mendetail bahwa esensi fundamental dari pembangunan pelabuhan yang modern dan berkelas adalah untuk menciptakan sebuah sistem pelayanan terpadu yang optimal dan berorientasi pada kepuasan pengguna. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit haruslah memiliki tujuan yang jelas dan mendasar dalam mempersiapkan kelayakan serta daya saing sebuah pelabuhan di kancah regional.

“Pelabuhan, infrastruktur, kenyamukan itu kan dibangun karena yang paling terpenting untuk mempersiapkan kita untuk pelabuhan,” ujar Faizal.

Ia melanjutkan penjelasannya dengan menekankan bahwa dalam konteks pembangunan yang berkelas, standar kenyamanan menjadi parameter dan indikator keberhasilan yang tidak boleh diabaikan atau dipandang sebelah mata. Sebuah pelabuhan yang nyaman, menurutnya, akan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik dan memuaskan, tidak hanya bagi penumpang biasa tetapi juga bagi para pemilik kapal, perusahaan pelayaran, dan pengusaha logistik yang menjadi tulang punggung perekonomian maritim.

Oleh karena itu, menurut pandangan Faizal yang visioner, upaya strategis untuk secara konsisten meningkatkan kenyamanan harus menjadi prioritas yang berkelanjutan dan tidak pernah berhenti. Pembangunan fisik yang telah dilakukan dengan investasi besar tidak boleh berhenti begitu saja pada tahap penyelesaian proyek, melainkan perlu disertai dengan komitmen politik dan anggaran untuk terus melakukan evaluasi periodik dan perbaikan berkelanjutan di berbagai aspek layanan.

“Jadi ses kekenyamaukan itu lebih baik dan itu harus terus disempurnakan,” tegasnya.

Pernyataan Faizal ini secara jelas mengisyaratkan bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan harus dilihat sebagai sebuah proses dinamis dan evolusioner, bukan sekadar proyek fisik yang bersifat satu kali dan berakhir pada saat serah terima pekerjaan. Penyempurnaan berkelanjutan terhadap seluruh fasilitas kenyamanan, seperti ruang tunggu yang representatif, toilet yang higienis, rest area yang nyaman, sistem informasi yang real-time, dan aksesibilitas yang mudah bagi penyandang disabilitas, dianggap sebagai kunci strategis untuk meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan kualitas pelayanan pelabuhan secara keseluruhan.

Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan ini, diharapkan pelabuhan di Kutai Timur tidak hanya berfungsi sebagai titik bongkar muat barang dan penumpang yang biasa-biasa saja, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi gerbang wilayah yang mencerminkan efisiensi, kenyamanan, dan pelayanan berkelas, yang pada akhirnya akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya tarik investasi di sektor maritim daerah. (Adv/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post