DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembangunan dan rehabilitasi sekolah di kawasan pinggiran guna mengatasi ketimpangan fasilitas pendidikan dengan sekolah-sekolah di pusat kota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan masih terdapat sejumlah sekolah di wilayah pinggiran yang menggunakan ruang kelas berbahan kayu dengan kondisi yang belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Kondisi itu, menurutnya, harus segera menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Anak-anak di wilayah pinggiran memiliki hak yang sama untuk belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman,” ujar Ismail, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan pembangunan sektor pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada sekolah yang berada di kawasan perkotaan.
Pemerintah perlu memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan hingga ke daerah terluar agar kesenjangan kualitas layanan dapat ditekan.
Menurut Ismail, pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah baru.
Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar mengajar.
Selain pembangunan fisik, Komisi IV menilai distribusi tenaga pendidik juga harus menjadi prioritas. Sekolah-sekolah di wilayah pinggiran dinilai perlu memiliki guru dengan kualitas, kompetensi, dan kesempatan pengembangan yang setara dengan sekolah di pusat kota agar seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan yang sama.
Ismail juga mendorong pemerintah memperkuat sarana pembelajaran berbasis teknologi di seluruh sekolah.
Penyediaan akses internet, perangkat komputer, hingga media pembelajaran digital dinilai menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung sistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Pemerataan pendidikan harus diwujudkan secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun dukungan teknologi,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kota Samarinda berharap pemerataan pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Melalui peningkatan fasilitas sekolah, distribusi guru yang lebih merata, serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi, seluruh siswa di Kota Samarinda diharapkan memiliki kesempatan belajar yang setara tanpa dipengaruhi letak geografis sekolahnya. (Adv/ml)







