Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

DPRD Samarinda Dorong Penataan Pasar Terintegrasi, Pasar Segiri Diusulkan Jadi Sentra Pasar Basah

DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Komisi III DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda menyusun penataan pasar yang lebih terintegrasi pascakebakaran Pasar Segiri.

Dorongan tersebut diarahkan agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemulihan sementara, tetapi juga menciptakan sistem perdagangan yang lebih tertata dalam jangka panjang.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai langkah pemerintah menyediakan lapak semipermanen bagi pedagang terdampak merupakan respons awal yang perlu diapresiasi.

Namun, menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat sementara.

“Kita apresiasi pemerintah hadir memberikan tempat yang layak. Tapi jangan hanya stop sampai di sini. Penataan pasar harus berkelanjutan,” ujar Deni, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, momentum pascakebakaran perlu dimanfaatkan untuk menyusun ulang tata kelola pasar di Kota Samarinda.

Ia menilai pembagian fungsi pasar menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan agar aktivitas perdagangan lebih efektif dan tidak saling tumpang tindih.

Deni mengusulkan agar setiap pasar memiliki karakter dan fungsi yang lebih spesifik sesuai jenis komoditas yang diperdagangkan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat juga dinilai akan lebih mudah menentukan lokasi tujuan berbelanja.

Ia mencontohkan Pasar Segiri dapat difokuskan menjadi pusat pasar basah yang melayani kebutuhan harian seperti daging, ayam, ikan, serta bahan pokok lainnya. Sementara pasar lain diarahkan pada sektor perdagangan yang berbeda.

“Kalau masyarakat mencari kebutuhan pasar basah langsung ke Pasar Segiri. Kalau mencari konveksi, ke Pasar Pagi. Jadi ada fungsi yang jelas dan terintegrasi,” katanya.

Di sisi lain, DPRD Samarinda hingga kini masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah kota terkait arah revitalisasi jangka panjang Pasar Segiri.

Deni menegaskan konsep pembangunan harus disiapkan secara matang agar mampu mengakomodasi kepentingan pedagang.

“Kita ingin tahu konsep revitalisasinya seperti apa. Apakah sama seperti Pasar Pagi atau berbeda. Jangan sampai hanya membangun simbol, tapi pedagang tidak terakomodasi dengan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, di tengah efisiensi anggaran saat ini, revitalisasi besar kemungkinan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Namun DPRD memastikan akan meminta rincian perencanaan, anggaran, serta target pelaksanaan jika program tersebut masuk pembahasan ke depan,” pungkasnya. (Adv/ml)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post