DIALOGIS.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,3 triliun.
Target tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan peningkatan PAD perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di tengah ketidakpastian kemampuan transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, Samarinda tidak bisa terus mengandalkan dana transfer untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah perlu memperluas sumber penerimaan daerah dengan menggali potensi ekonomi yang belum optimal.
“Kemarin alhamdulillah kita sudah mendapatkan Rp26 miliar. Hanya angka ini sebetulnya kalau melihat dengan jumlah yang tertunggak itu kan jauhlah,” ungkap Deni, Senin (17/8/2026).
Deni mengatakan, penguatan PAD dapat dilakukan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, maupun inovasi dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.
Pemkot, lanjut dia, perlu melakukan pemetaan terhadap seluruh potensi ekonomi di Samarinda. Potensi tersebut kemudian harus dikelola secara optimal agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap keuangan daerah.
Namun, peningkatan PAD diminta tidak dilakukan dengan menambah beban masyarakat. Pemerintah perlu mencari sumber penerimaan baru yang tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
“Kita menggali lebih dalam lagi tapi tidak memberatkan masyarakat. Sehingga keterbatasan fiskal tidak sampai mengganggu pelayanan publik,” tegasnya.
DPRD Samarinda berharap strategi peningkatan PAD tersebut dapat segera difinalisasi dan mulai diterapkan secara efektif pada tahun anggaran 2027.
Menurut Deni, penguatan pendapatan daerah menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus memastikan keterbatasan fiskal tidak berdampak pada kualitas pelayanan publik. (Adv/ml)







