DIALOGIS.CO, SAMARINDA – DPRD Samarinda meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan air baku di tengah penyusutan debit Sungai Mahakam. Pemerintah diminta tidak menunggu hingga intrusi air laut mengganggu sumber air masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kondisi debit Mahakam perlu dipantau secara intensif selama musim kemarau. Menurutnya, penyusutan debit sungai berpotensi meningkatkan risiko masuknya air laut ke wilayah hilir.
“Tidak menutup kemungkinan ketika air laut sudah masuk ke wilayah Handil dan berlanjut masuk ke Palaran, itu mengkhawatirkan kan?” ujar Deni saat ditemui di DPRD Samarinda, Kamis (20/8/2026).
Deni mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda saat ini masih dapat terpenuhi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan potensi gangguan terhadap sumber air baku apabila debit Mahakam terus menurun.
Menurutnya, masuknya air laut ke aliran sungai dapat memengaruhi kualitas air yang berkaitan dengan kebutuhan air baku. Karena itu, pemerintah perlu memiliki skenario penanganan sebelum kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan air bersih.
Deni mendorong Pemkot Samarinda dan Pemprov Kalimantan Timur berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perubahan debit Mahakam dan potensi intrusi air laut.
“Kita tidak ingin masyarakat kita kekeringan atau tidak mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah menjadikan kondisi kekeringan yang terjadi di Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai peringatan. Menurutnya, dampak kemarau dapat berkembang dari persoalan penyusutan debit sungai menjadi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan kebutuhan dasar.
Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya mengandalkan kondisi saat ini, tetapi menyiapkan skenario apabila kemarau berlangsung lebih panjang. Salah satu opsi yang menurut Deni perlu dipertimbangkan adalah rekayasa cuaca sebagai bagian dari langkah mitigasi.
“Semoga ada langkah rekayasa cuaca dan langkah terukur dalam penanganan kemarau,” pungkasnya. (Adv/ml)







