DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai rekrutmen tenaga pendidik melalui mekanisme seleksi nasional telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, kehadiran guru-guru hasil seleksi tersebut juga dinilai berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik.
Penilaian itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, guru yang direkrut melalui seleksi nasional telah melewati proses yang ketat sehingga memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Mereka telah melalui seleksi nasional sehingga kualitasnya sudah teruji,” kata Novan.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, sarana prasarana, maupun fasilitas belajar. Peran guru sebagai tenaga pendidik tetap menjadi faktor utama dalam membimbing peserta didik, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
“Guru adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” ujarnya.
Novan menjelaskan, sistem rekrutmen nasional memungkinkan pemerintah memperoleh tenaga pendidik terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan objektif, setiap guru dinilai memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan sehingga kualitas pembelajaran di ruang kelas dapat terus terjaga.
Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan sebagian besar tenaga pendidik yang bergabung masih berusia muda dan merupakan lulusan baru.
Namun, kondisi tersebut justru dinilai menjadi keunggulan karena para guru memiliki semangat tinggi, mudah beradaptasi, serta mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif sesuai perkembangan zaman.
Menurutnya, usia bukan menjadi tolok ukur kualitas seorang pendidik. Kompetensi, dedikasi, dan komitmen dalam mendidik jauh lebih menentukan keberhasilan proses pembelajaran.
Novan mengatakan dampak program tersebut mulai terlihat dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Selain mengalami peningkatan kemampuan akademik, para peserta didik juga menunjukkan perkembangan dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi.
“Perkembangan siswa cukup signifikan dalam waktu sekitar satu tahun,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter dan peningkatan prestasi akademik harus berjalan beriringan, terutama karena mayoritas peserta didik yang mengikuti program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
Novan berharap kualitas rekrutmen tenaga pendidik terus dipertahankan dan ditingkatkan agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, investasi pada guru yang kompeten menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai mitra pemerintah daerah, Komisi IV DPRD Kota Samarinda, lanjut Novan, akan terus mengawal kebijakan di sektor pendidikan agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda. (Adv/ml)







