368c

GBN-MI dan Pemkab Kutim Jadikan Bela Negara Gerakan Kolektif Warga

DIALOGIS.CO, SANGATTA – Upaya memperkuat kesadaran bela negara di Kutai Timur dipertegas melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kutim dan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI). Hal itu tampak dalam kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta, menghadirkan ratusan kader, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Kutim H Mahyunadi menyampaikan bahwa bela negara harus dilihat sebagai gerakan kolektif, bukan tugas kelompok tertentu. “Bela negara adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara. Ia lahir dari kecintaan pada tanah air dan diwujudkan dalam kepedulian menjaga persatuan,” ucapnya.

Mahyunadi menegaskan, di era banjir informasi dan derasnya arus globalisasi, ancaman terhadap bangsa bukan lagi semata-mata serangan fisik. Ancaman ideologi, perang informasi, hingga degradasi moral menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. “Tantangan kita datang dari krisis kepemimpinan, pola hidup konsumtif, sampai melemahnya moral,” kata Mahyunadi.

Karenanya, ia meminta para kader bela negara di Kutim menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing. “Jadilah filter terhadap budaya digital yang tidak sesuai nilai Pancasila. Kalian harus menjadi anti toxic bagi masuknya perilaku menyimpang,” pesannya.

Ketua Umum GBN-MI, Laksamana TNI (Purn) Muhammad Faisal Manaf, menjelaskan bahwa organisasinya berada di bawah Kementerian Pertahanan RI. GBN-MI menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengimplementasikan program-program Kemhan dalam bentuk edukasi, sosialisasi, dan penetrasi nilai bela negara hingga ke akar rumput. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post