DIALOGIS.CO, SANDARAN – Kecamatan Sandaran di Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pintu gerbang pembangunan kesehatan di wilayah pesisir. Ratusan warga Desa Manubar dan Manubar Dalam tumpah ruah di halaman Kantor Camat Sandaran untuk mengikuti rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Minum Susu (Gerimis) yang digelar belum lama ini.
Pagi hari, sekitar pukul 07.00 Wita, suasana di kantor kecamatan sudah ramai. Musik senam diputar, mengiringi gerakan energik warga yang dipandu instruktur. Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah, turut ambil bagian dalam senam. “Saya ikut senang melihat warga begitu kompak. Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan badan, tapi juga mempererat kebersamaan,” katanya.
Selepas senam, fokus beralih ke posko layanan kesehatan. Di dalam gedung, tenaga medis melayani pemeriksaan gula darah dan kolesterol, serta konsultasi dengan dokter spesialis anak dan kandungan. Fasilitas kontrol kandungan dan USG gratis diserbu para ibu hamil, sementara anak-anak menjalani pemeriksaan kesehatan yang menjadi bagian penting dari pemantauan status gizi.
Tak berhenti pada layanan medis, panitia juga menyajikan aneka makanan tradisional kukusan yang lebih sehat sebagai alternatif jajanan harian. Program Gerimis kemudian menjadi sorotan utama, dengan pembagian susu dan buah yang dinikmati bersama-sama. Selain mencegah stunting, program ini bertujuan membentuk kebiasaan konsumsi gizi seimbang di keluarga-keluarga pesisir.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah, menegaskan bahwa kegiatan di Sandaran merupakan bagian dari program “Dokter Keliling” yang termasuk dalam 50 program unggulan Pemkab Kutim.
Menurut Ardiansyah, pola hidup sehat harus direncanakan layaknya program pembangunan. “Minum susu dan makan buah harus menjadi rutinitas di rumah, bukan hanya seremoni. Dengan begitu, masyarakat Kutim akan lebih siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (adv/prokopimkutim/jn)







