078

Gotong Royong Warga Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Marang

DIALOGIS.CO, KALIORANG — Di bawah terik matahari pesisir Kaliorang, ratusan warga bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menanam ribuan bibit mangrove di Pantai Marang. Aksi gotong royong ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus langkah nyata menghadapi ancaman abrasi pantai.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kutim, Poniso Suryo Renggono, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menyebut, kegiatan konservasi ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Kutim terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Menanam mangrove berarti menanam masa depan. Ia melindungi pantai, menyediakan tempat hidup biota laut, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ucap Poniso dalam sambutannya.

Turut hadir Camat Kaliorang Rusnomo, perwakilan perusahaan tambang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, serta para kepala desa di wilayah Kaliorang. Mereka bersama-sama menanam 3.500 bibit mangrove di area yang sebelumnya mengalami abrasi cukup parah.

Bagi Nasrul Afdal Fatwa, Kepala Desa Kaliorang, kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon. Ia berharap aksi ini menjadi titik awal menjadikan Pantai Marang sebagai kawasan wisata hijau yang berbasis ekowisata. “Kita ingin pantai ini jadi kebanggaan warga Kutim,” katanya.

Selain melestarikan ekosistem, hutan mangrove di Pantai Marang diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup warga melalui pariwisata dan hasil olahan lokal. Potensi ini sedang dikembangkan pemerintah desa dengan dukungan CSR dari perusahaan sekitar.

Warga Kaliorang menutup kegiatan dengan semangat: “Tanam hari ini, hijau selamanya.” Sebuah pesan sederhana yang menggambarkan tekad kolektif masyarakat menjaga bumi dari tepi pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

Pelestarian tanaman mangrove memberi dampak positif tak hanya bagi lingkungan tapi juga secara ekonomi melalui ekowisata. Fungsi ekowisata mangrove meliputi ekologis (perlindungan pesisir dari abrasi, habitat keanekaragaman hayati, penahan bencana alam, penyerap karbon), ekonomis (penciptaan lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat lokal melalui penyediaan jasa wisata, kuliner, dan kerajinan), dan sosial-edukatif (peningkatan kesadaran masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya konservasi dan ekosistem mangrove). Ekowisata ini dirancang untuk membangun keseimbangan antara pemanfaatan alam untuk pariwisata dan konservasi lingkungan. (adv/prokopimkutim/jn)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post