DIALOGIS.CO, SAMARINDA – Kepadatan penduduk mulai menekan daya tampung sejumlah sekolah di Samarinda. Kondisi tersebut membuat beberapa sekolah membutuhkan tambahan ruang belajar agar kapasitas kelas dapat menyesuaikan jumlah peserta didik.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, kebutuhan tambahan ruang belajar ditemukan di sejumlah sekolah yang berada di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi.
“Memang ada di beberapa sekolah yang hari ini memang membutuhkan penambahan ruang belajar dikarenakan wilayah tersebut memang sudah cukup padat,” ujar Novan, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera direspons agar keterbatasan ruang kelas tidak berdampak terhadap proses belajar mengajar. DPRD Samarinda kini mendorong dukungan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pendidikan, untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar tersebut.
Novan mengatakan perencanaan penambahan ruang belajar telah disiapkan dan akan terus didorong agar dapat direalisasikan.
Namun, menurutnya, penambahan ruang kelas perlu dibarengi dengan pembenahan sistem penerimaan murid dan pemerataan kualitas sekolah. Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda memang mengacu pada aturan nasional, tetapi masih terdapat sejumlah persoalan dalam penerapannya di daerah.
“SPMB ini kan kita mengacu memang dari Peraturan Menteri Pendidikan. Kita mengikuti aturan nasional. Tapi memang di daerah kita ada beberapa kekurangan-kekurangan yang memang harus kita perbaiki,” jelasnya.
DPRD Samarinda akan mendorong evaluasi SPMB pada tahun mendatang, termasuk meminimalisasi potensi kecurangan dan kesenjangan dalam proses penerimaan murid.
Novan juga menilai pemerataan kualitas sekolah penting untuk mengurangi penumpukan minat masyarakat pada sekolah tertentu. Peningkatan fasilitas dan kualitas layanan pendidikan di seluruh sekolah dinilai dapat membuat distribusi peserta didik lebih merata.
“Insya Allah kita di tahun ke depan juga akan lebih meminimalisir kecurangan-kecurangan, meminimalisir perbedaan-perbedaan, dan yang paling utama adalah penyeragaman sekolah. Itu yang paling kita utamakan di DPRD sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembenahan sektor pendidikan juga berkaitan dengan kesiapan generasi muda Samarinda menghadapi perkembangan daerah, termasuk dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus mampu menghasilkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan daya saing sehingga dapat mengambil peran dalam perkembangan Samarinda maupun kawasan sekitarnya.
“Pemuda ke depan harus mampu berdaya saing dan memberikan efek yang besar bagi Kota Samarinda dan Negara Indonesia,” pungkasnya. (Adv/ml)







