4

Kolaborasi DPMD Kukar dan Desa Kembangkan Koperasi Merah Putih untuk Pangan Nasional

DIALOGIS.CO – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini semakin mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berdaya saing.

Langkah tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi kepala desa, BPD, pengurus BUMDes, dan koperasi desa. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, di Hotel Elty Singgasana Tenggarong pada Kamis (23/10/2025) ini berlangsung selama tiga hari dan menjadi bagian penting dari implementasi program nasional ketahanan pangan.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa bimtek ini tidak hanya bertujuan untuk transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi dalam mengelola sumber daya desa.

“Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Kukar siap melaksanakannya bersama Kodim Kukar dan seluruh pemerintah desa agar pelaksanaannya benar-benar efektif,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, beberapa koperasi di Kukar sudah melangkah lebih jauh dengan menggandeng mitra swasta, seperti MBG (Makanan Bergizi Indonesia). Salah satu contohnya adalah Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo di Kecamatan Anggana, yang mulai memasok bahan baku pangan bergizi setelah groundbreaking pembangunan gedung koperasi.

“Kerja sama ini akan memperkuat rantai pasok bahan pangan lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menilai kegiatan bimtek ini merupakan langkah nyata Pemkab Kukar dalam mendukung program prioritas nasional di sektor pangan. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan lembaga ekonomi desa.

“Kita ingin seluruh aparatur desa dan pengurus koperasi memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola potensi ekonomi desa secara optimal,” ujarnya.

Menurut Sunggono, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra swasta seperti MBG merupakan wujud nyata kolaborasi yang akan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal pangan, tapi juga tentang kemandirian desa dan ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap setelah pelatihan, seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mewujudkan desa yang tangguh dan mandiri.

“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berdaya saing dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tutupnya. (Adv/fk)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post