DIALOGIS.CO, SANGATTA – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjaga konsistensi pelaksanaan Festival Adat dan Budaya Lom Plai membuahkan hasil manis. Event yang mengangkat tradisi Dayak Wehea itu resmi lolos seleksi administrasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang mengusulkan event andalan, hanya empat agenda yang dinyatakan layak melaju ke tahap berikutnya. Lom Plai menjadi satu di antaranya, menegaskan posisi Kutim sebagai salah satu daerah yang serius menggarap sektor pariwisata berbasis budaya.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengungkapkan, proses seleksi KEN menuntut kesiapan data dan rekam jejak penyelenggaraan. Ratusan usulan dari berbagai penjuru Indonesia dikaji oleh tim teknis Kemenparekraf sebelum diputuskan melangkah atau tidak.
“Setelah melalui verifikasi administrasi, kami menerima kabar bahwa Festival Lom Plai berhak maju ke tahap presentasi dan kurasi. Ini pencapaian awal yang penting,” kata Rifanie.
Ia menegaskan, Kemenparekraf tidak hanya mencari event yang meriah, tetapi juga yang menunjukkan keberlanjutan dan memberi manfaat luas. Karena itu, syarat minimal tiga kali penyelenggaraan beruntun menjadi patokan utama, selain konsistensi jadwal, kualitas konten, dan dukungan masyarakat.
Tahap presentasi dan kurasi akan dilakukan oleh tim kurator independen yang dibentuk Kemenparekraf. Pada sesi ini, Kutim akan menonjolkan kekuatan Lom Plai sebagai ruang ekspresi budaya Dayak Wehea, yang sarat dengan nilai penghormatan terhadap hutan, hasil bumi, dan leluhur. Festival juga menjadi etalase berbagai produk ekonomi kreatif lokal yang berkembang di sekitar lokasi pelaksanaan. (adv/prokopimkutim/jn)







