DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Sentra Penyediaan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayung di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, program ini menjadi model pengelolaan makanan sekolah yang higienis dan berstandar tinggi.
Sebanyak 2.596 siswa kini menjadi penerima manfaat program MBG yang diresmikan Bupati Ardiansyah Sulaiman, disaksikan Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, dan jajaran Forkopimda.
Kepala SPPG Dayung, Gebryani Rante Lembang, menuturkan bahwa standar keamanan pangan di dapur mereka mengikuti sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), metode pengawasan yang biasa digunakan di industri makanan modern. “Kami ingin memastikan tidak ada satu pun tahap yang lolos dari pengawasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap proses, mulai dari pencucian bahan, pemasakan, hingga pengemasan, memiliki checklist kontrol harian. “Jika ditemukan potensi risiko seperti suhu tidak sesuai, makanan tidak akan dikirim,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kasus-kasus di daerah lain, di mana program makan gratis sempat menuai masalah akibat makanan basi. Pemerintah Kutim ingin memastikan hal serupa tak terjadi di wilayahnya.
Bupati Ardiansyah menegaskan, MBG bukan sekadar rutinitas, melainkan komitmen moral terhadap masa depan anak-anak. “Kita tidak boleh main-main dengan urusan gizi. Dari sini lahir generasi yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 01 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, menyebut bahwa sejak program berjalan, kehadiran siswa meningkat. “Anak-anak datang lebih pagi, menunggu makanan mereka. Ini menunjukkan semangat yang tumbuh karena perhatian dari pemerintah,” katanya.
Dengan sistem pengawasan ketat dan dukungan lintas sektor, Kutim membuktikan bahwa program makan bergizi bisa berjalan aman, sehat, dan berkelanjutan—tanpa kompromi terhadap kualitas. (adv/prokopimkutim/jn)







