DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Upaya Polres Kutai Timur (Kutim) dalam menciptakan ketertiban lalu lintas kini tidak lagi hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga mengandalkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui program Commander’s Wish yang dicanangkan Kapolres AKBP Fauzan Arianto, kepolisian mengajak seluruh warga untuk menjadi bagian dari solusi keselamatan di jalan raya.
“Budaya tertib lalu lintas tidak bisa dibangun dengan sanksi semata, tapi dengan kesadaran bersama,” kata Fauzan dalam keterangannya.
Program pelayanan pagi menjadi langkah awal membangun kolaborasi tersebut. Polisi hadir di simpang-simpang padat seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Poros Sangatta-Bontang, dan kawasan sekolah untuk membantu kelancaran arus kendaraan serta menegur pelanggar ringan dengan pendekatan edukatif.
Fauzan menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dilakukan melalui komunikasi langsung, edukasi di sekolah-sekolah, hingga kampanye keselamatan melalui media sosial Polres Kutim.
“Anak muda juga kami dorong menjadi pelopor keselamatan berkendara. Mereka bisa jadi agen perubahan,” imbuhnya.
Selain aspek pelayanan, Commander’s Wish juga memperkuat komitmen Polres Kutim dalam mendukung kebijakan nasional Polri Presisi yang menekankan kecepatan respon, transparansi, dan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Dengan langkah ini, Kutim diharapkan dapat menjadi wilayah dengan tingkat disiplin berlalu lintas tertinggi di Kalimantan Timur.
“Keselamatan lalu lintas bukan urusan polisi saja, tapi kewajiban kita semua,” ujar Fauzan. “Kalau masyarakat tertib, jalan lancar, dan semua bisa pulang dengan selamat, itu sudah keberhasilan bersama.” (adv/prokopimkutim/jn)







