DIALOGIS.CO, SANGATTA – Upaya percepatan program Kampung Desa Mandiri Produktif (KDMP) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan ditandai dengan pelaksanaan pasar murah di kantor Koperasi Desa Merah Putih. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar jual beli kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai pemicu gerakan ekonomi berbasis koperasi.
Inisiatif tersebut muncul dalam pertemuan koordinasi KDMP yang digelar di Ruang Ulin, Kantor Bupati Kutim, bersama perwakilan perangkat daerah. Penggerak KDMP berencana menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan untuk merealisasikan pasar murah itu.
“Nantinya yang bisa berbelanja di pasar murah hanya anggota koperasi. Skema ini diharapkan mendorong warga bergabung dan aktif dalam koperasi,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Teguh Budi Santoso.
Ia menjelaskan, sesuai petunjuk teknis KDMP, pembentukan koperasi dapat dilakukan dengan minimal sembilan anggota. Dengan persyaratan yang relatif ringan, desa-desa diharapkan tidak ragu memperkuat kelembagaan ekonomi warganya.
Teguh menambahkan, desa telah menyatakan kesiapan mendukung kebijakan pemerintah kabupaten. Sebagai langkah awal, ia mengusulkan agar kegiatan yang sudah siap di tingkat RT segera diimplementasikan, sehingga masyarakat langsung merasakan manfaat KDMP.
Di sisi lain, Pemkab Kutim juga tengah merapikan aspek pengelolaan aset desa. Kepala BPKAD Kutim, Ade Achmad Yulkafilah, menegaskan perlunya penyesuaian aturan mengenai lahan yang akan digunakan. Menurutnya, status lahan tidak boleh abu-abu.
“Ada yang sudah grant, ada yang setengah, ada juga yang masih gelap gulita. Kalau belum jelas, potensi konflik tanah di kemudian hari sangat mungkin terjadi. Karena itu, pemerintah desa harus sangat berhati-hati,” tegas Ade.
Sinergi antara penataan aset, penguatan koperasi, dan program pasar murah diharapkan bukan hanya mempercepat gerakan KDMP, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di tingkat desa. Pemerintah optimistis, jika seluruh unsur bergerak bersama, desa-desa di Kutim dapat bertransformasi menjadi kampung mandiri yang produktif dan tangguh. (adv/prokopimkutim/jn)







