Sekretaris DLHK Kukar, Taufik.
Sekretaris DLHK Kukar, Taufik.

Pemerintah Kukar Fokus pada Konservasi Pesut Mahakam

DIALOGIS.CO – Upaya pelestarian pesut Mahakam kembali menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat populasi mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam itu terus menurun.

Berdasarkan data Yayasan RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia), saat ini jumlah pesut hanya tersisa 62 ekor.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Taufik, mengatakan dukungan pemerintah pusat turut ditunjukkan dengan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kota Bangun.

“Alhamdulillah, baru-baru ini Menteri juga berkunjung ke Pulau, dan beliau menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Bahkan, ditargetkan tahun depan populasi pesut harus bertambah, minimal dari 62 menjadi 63 atau 64 ekor,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian terkait akan mendorong program konservasi di Sungai Mahakam maupun Danau Kaskade.

Program ini juga diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 agar berjalan berkesinambungan.

Selain pemerintah, kalangan akademisi dan peneliti juga berperan aktif.

Tokoh-tokoh seperti Mislan dan Alimin dari Yayasan RASI dan Universitas Mulawarman (Unmul), yang selama ini meneliti pesut, bahkan telah diangkat sebagai staf ahli kementerian khusus menangani konservasi pesut Mahakam.

Hal ini disebut sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian satwa endemik Kalimantan Timur tersebut.

Taufik menegaskan, keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha, termasuk industri, pertambangan, dan perkebunan.

“Kebijakan yang diambil harus dipastikan tidak merusak lingkungan, terutama sungai dan danau sebagai habitat pesut. Forum diskusi dan rapat-rapat seperti ini diharapkan menghasilkan data yang akurat, sehingga pemerintah tidak salah dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

Ia berharap dengan dukungan semua pihak, kelestarian pesut Mahakam dapat terjaga, ekosistem sungai tetap lestari, dan pembangunan berjalan tanpa merusak lingkungan.

“Harapan kita, dengan data yang tepat dan komitmen bersama, populasi pesut bisa terus bertambah di masa depan,” pungkas Taufik. (Adv/fk)

Add-a-little-bit-of-body-text_20250929_225158_0000
IMG-20251107-WA0002
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR (3)

#Trending Artikel

Terpopuler

239_20250930_235813_0000

Latest Post