DIALOGIS.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kinerja pembangunan di penghujung 2025. Pesan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Kutim, Noviari Noor, saat memimpin Rapat Pimpinan bersama seluruh kepala perangkat daerah dan camat se-Kutim, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.
Noviari mengatakan, rapat ini bukan sekadar agenda formal, tetapi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh organisasi perangkat daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Keberhasilan daerah adalah hasil kerja kolektif,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Insan Bowo Asmoro, realisasi anggaran daerah per 31 Agustus 2025 baru mencapai 43 persen. Dari APBD senilai Rp 9,9 triliun, masih tersisa sekitar Rp 4,7 triliun yang belum terserap.
Insan mengungkapkan, variasi capaian di tiap perangkat daerah cukup besar. Ada yang sudah melampaui 50 persen, namun sebagian lainnya tertinggal di bawah 40 persen.
Menanggapi hal itu, Noviari meminta seluruh dinas memperkuat sinergi, terutama dalam penyusunan ulang Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025, serta memperhatikan batas waktu tender SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) dan pengadaan langsung yang sudah ditetapkan.
“Koordinasi antarinstansi harus intens. Jangan sampai kendala teknis di satu pihak menghambat capaian pihak lain,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, beberapa kepala dinas mengakui masih menghadapi tantangan berupa lambatnya proses verifikasi dokumen, revisi kegiatan pasca-perubahan APBD, hingga cuaca ekstrem yang menghambat pekerjaan lapangan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Kutim akan membentuk tim percepatan khusus di bawah koordinasi Bagian Administrasi Pembangunan dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk melakukan monitoring mingguan.
“Kita ingin menutup tahun dengan capaian optimal dan memastikan program masyarakat berjalan sesuai harapan,” pungkas Noviari. (adv/prokopimkutim/jn)







