DIALOGIS.CO, KUTAI TIMUR – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutai Timur memastikan bahwa Program RTLH 2025 dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah menargetkan 700 rumah akan diperbaiki dan dibangun tahun ini melalui strategi berbasis data dan survei lapangan.
Kepala Perkim Kutim, Akhmad Iip Makruf, menyebut bahwa masyarakat yang menerima bantuan benar-benar diseleksi agar tepat sasaran. “Program ini berbasis kebutuhan riil. Banyak permohonan masuk, tetapi kami pastikan sesuai kriteria,” tegasnya.
Program tahun ini mencakup 200 rumah baru dan 500 unit perbaikan RTLH. Target tersebut merupakan bagian dari program lima tahun untuk membangun 1.000 rumah baru serta memperbaiki hunian tidak layak di seluruh kecamatan.
Menurut Iip, penentuan wilayah penerima dilakukan berdasarkan hasil survei teknis yang memperhitungkan kondisi sosial dan tingkat kerusakan rumah. Tahun lalu, sejumlah pembangunan sudah berjalan di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.
Program RTLH juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas permukiman di kawasan kumuh. Pemerintah menilai peningkatan kondisi fisik hunian adalah salah satu cara paling efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk rumah baru, pemerintah menggunakan model bangunan knockdown ramah lingkungan. Model ini dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan hunian cepat dan tahan lama. Anggaran rumah baru sekitar Rp116 juta per unit.
Sementara itu, perbaikan rumah dialokasikan dana Rp50–60 juta untuk memastikan seluruh bagian yang rusak dapat diperbaiki.
“Perbaikan kita tidak parsial, tetapi hampir seluruh bangunan kita perbaiki,” jelas Iip.
Iip menegaskan bahwa selama program berlangsung, tidak ada penerima yang menolak bantuan atau meminta diganti uang. Warga bahkan terus mengajukan permohonan tambahan karena kebutuhan hunian layak masih besar.
Data lengkap kecamatan penerima bantuan akan diumumkan setelah tahapan verifikasi selesai dilakukan. (ADV)







