DIALOGIS.CO, BENGALON – Tradisi lokal kembali mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kecamatan Bengalon. Menjelang senja, usai rangkaian tausiah dan doa bersama, ratusan jamaah antusias menyaksikan pembagian simbolik pohon maulid, tradisi khas masyarakat setempat yang dihiasi hasil bumi, telur, dan perlengkapan rumah tangga.
Sejak awal acara, Gedung Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon sudah dipadati jamaah. Berbagai kalangan hadir, mulai dari ibu-ibu majelis taklim, pemuda masjid, hingga tokoh masyarakat. Lantunan selawat menggema, berpadu doa dan zikir yang menghangatkan suasana.
Peringatan Maulid ini digelar oleh Majelis Taklim Akbar Kecamatan Bengalon dan dikemas secara meriah namun tetap khidmat. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Seusai tilawah, Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis Taklim Akbar Bengalon, Umi Nurul Hikmah, memberikan sambutan.
Dalam kesempatan itu, Umi Nurul menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Ia berharap peringatan Maulid dapat menjadi ajang memperkuat cinta umat kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya.
Ia sempat berseloroh soal ramainya jamaah yang hadir meski tidak ada pengumuman hadiah. “Kehadiran kali ini benar-benar murni karena cinta kepada Rasulullah SAW,” ucapnya yang disambut tawa hangat para hadirin.
Hadir pula Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman bersama istri, Ny Hj Siti Robiah, dan anggota DPRD Provinsi Kaltim H Arfan. Dalam sambutannya, Bupati mengajak umat menjadikan Maulid sebagai refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan secara nyata dalam keseharian, tidak hanya saat peringatan Maulid. Bupati juga menyinggung kebiasaan Rasulullah berpuasa pada hari Senin sebagai bentuk syukur atas kelahirannya, yang dapat dijadikan teladan bagi umat Islam.
Puncak acara diisi tausiah oleh Dr H Shobirin Bagus. Dengan gaya ceramah yang ringan, ia menekankan pentingnya menjaga iman, memelihara kebhinekaan, serta membentengi diri dengan akhlak Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa Pancasila selaras dengan nilai-nilai Islam dan menjadi dasar kuat untuk menjaga persatuan bangsa. (adv/prokopimkutim/jn)







